Kearifan Lokal Ponorogo, Baridan Lampah Tradisi Bersih Desa Warga Prajegan

Bersih Desa, warga Dusun Jatisari, Desa Prajegan, Kecamtan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, menggelar ritual Baridan Lampah. Doc


Gardajatim.com
- Dalam keheningan yang magis dan khusyu', puluhan warga Dusun Jatisari, Desa Prajegan, Kecamtan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, menggelar ritual Baridan Lampah, Kamis dini hari (23/5/2024).

Ritual ini dilakukan sebagai bagian dari tradisi bersih desa yang berlangsung pada bulan Sela dalam penanggalan Jawa.

[ads id="ads1"]

Rombongan warga yang berangkat dari berbagai mushola berkumpul di masjid setempat sebelum memulai perjalanan mengelilingi desa.

Dilansir dari akun sosial media Semua Tentang Ponorogo, menurut Hardi Bintang, sesepuh desa setempat, warga membawa obor dan menjalankan 'tapa bisu', yaitu tidak mengucapkan apapun secara lisan.

"Meskipun tidak bersuara, dalam hati mereka terus membaca ayat kursi, wirid, dan doa tanpa henti," ungkapnya.

"Ritual ini dilakukan dengan harapan agar desa dan warganya dijauhkan dari bencana dan diberikan ketentraman," imbuhnya.

Tradisi bersih desa di Ponorogo memiliki berbagai bentuk, termasuk kesenian tradisional serta ritual dan doa seperti yang dilakukan oleh warga Jatisari.

"Tradisi ini sudah berlangsung turun temurun. Masyarakat ada yang menyebut Baridan Lampah, ada juga yang menyebutnya Lampah Barodah. Intinya sama," kata sesepuh Dusun Jatisari. 

"Baridan diambil dari kata bahasa Arab yang merujuk pada sesuatu yang dingin atau sejuk. Diharapkan dengan ritual ini bisa membawa kesejukan dan kedamaian bagi warga masyarakat," tambahnya.

[ads id="ads2"]

Ritual Baridan Lampah mencerminkan keunikan budaya dan kearifan lokal masyarakat Ponorogo, di mana tradisi leluhur terus dilestarikan dan dijalankan dengan penuh khidmat.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan solidaritas komunitas desa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. (*/red)

0/Post a Comment/Comments

Garda Jatim
Garda Jatim