SMAN 3 Magetan Wajibkan Guru Refleksi Mingguan Lewat Budaya Si Jaring

Inovasi Digital Perkuat Kinerja Guru, Ciptakan Pembelajaran Lebih Adaptif | Jumat, 25 Juli 2025 | Foto : SMAN 3 Magetan saat Meraih "Outstanding Extracurricular" Radar Madiun Education Awards 2025
GARDAJATIM.COM : Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerja guru, SMA Negeri 3 Magetan meluncurkan inovasi Budaya Si Jaring (Refleksi Pembelajaran Mingguan) pada Jumat (25/7/2025).

Program ini mewajibkan guru secara rutin melakukan refleksi setiap pekan, sebagai bagian dari upaya pengelolaan kinerja berbasis digital yang terintegrasi dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Ruang GTK.

Budaya Si Jaring digagas langsung oleh Kepala SMAN 3 Magetan, Dra. Riful Hamidah, M.Pd, sebagai respon atas temuan tahun 2024 yang menunjukkan banyak guru belum terbiasa menyusun refleksi pembelajaran dan tindak lanjutnya. 

Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kinerja yang belum optimal.
“Dengan terbiasa merefleksi dan memperbaiki praktik pembelajaran, guru tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga tumbuh sebagai pendidik profesional yang adaptif dan solutif,” ujarnya.
Inovasi ini mengatur agar setiap guru wajib mengisi refleksi pembelajaran mingguan, baik melalui Buku Agenda Kegiatan Guru maupun formulir digital Si Jaring berbasis Google Form. 

Refleksi ini meliputi tiga poin penting: hal yang sudah baik dalam pembelajaran, hal yang perlu diperbaiki, dan rencana tindak lanjut.

Hasil refleksi tersebut dievaluasi secara rutin setiap bulan oleh kepala sekolah. Evaluasi ini menjadi bahan pembinaan, penilaian kinerja, hingga penguatan kompetensi guru.

Untuk memperkuat implementasi, sekolah membentuk Tim Pengelolaan Kinerja Guru (PKG) yang beranggotakan guru-guru senior. 

Tim ini bertugas melakukan monitoring, pendampingan, dan verifikasi pengisian refleksi.

Dalam Triwulan I Tahun 2025, tercatat 90% guru di SMAN 3 Magetan konsisten mengisi refleksi mingguan melalui aplikasi Si Jaring. 

Kebiasaan refleksi ini juga memunculkan berbagai praktik baik dan inovasi pembelajaran yang diterapkan di kelas.

Tidak hanya berdampak positif bagi guru, Budaya Si Jaring juga membawa perubahan bagi siswa. 

Siswa merasakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan interaktif, seiring guru yang lebih cepat memperbaiki metode mengajar berdasarkan refleksi.

Budaya Si Jaring sekaligus melengkapi rekam jejak inovasi sekolah, setelah sebelumnya SMAN 3 Magetan meraih penghargaan atas program literasi digital bertajuk “Gerakan Penguatan Literasi Sekolah Berbasis Digital”.
“Dengan inovasi ini, guru diharapkan tidak hanya fokus pada tugas administratif, tapi juga mampu menumbuhkan budaya evaluasi diri yang berdampak langsung bagi siswa,” imbuh Dra. Riful Hamidah, M.Pd.
Langkah ini menegaskan komitmen SMAN 3 Magetan sebagai sekolah pelopor transformasi pendidikan di Kabupaten Magetan, yang terus mendorong budaya refleksi, kolaborasi, dan inovasi berkelanjutan demi mutu pendidikan yang lebih baik. (Eks/Hms)

Editor : Redaksi 
Baca Juga
Berita Terbaru
  • SMAN 3 Magetan Wajibkan Guru Refleksi Mingguan Lewat Budaya Si Jaring
  • SMAN 3 Magetan Wajibkan Guru Refleksi Mingguan Lewat Budaya Si Jaring
  • SMAN 3 Magetan Wajibkan Guru Refleksi Mingguan Lewat Budaya Si Jaring
  • SMAN 3 Magetan Wajibkan Guru Refleksi Mingguan Lewat Budaya Si Jaring
  • SMAN 3 Magetan Wajibkan Guru Refleksi Mingguan Lewat Budaya Si Jaring
  • SMAN 3 Magetan Wajibkan Guru Refleksi Mingguan Lewat Budaya Si Jaring
Posting Komentar