-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Respons Insiden Viral, KAI Daop 7 Madiun Perketat Imbauan Pemeriksaan Barang dan Kampanyekan Bawa Tumbler

Respons Insiden Viral Tumbler Tertinggal di KRL, KAI Perketat Imbauan Pemeriksaan Barang dan Dorong Budaya Bawa Tumbler di Stasiun | Jumat 28 November 2025 | Foto : (Dok. Humas)
GARDAJATIM.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa barang bawaan ketika berada di stasiun maupun setelah turun dari kereta api. 

Imbauan ini disampaikan sebagai respons meningkatnya perhatian publik terkait viralnya kasus tumbler yang tertinggal di KRL Jabodetabek beberapa hari terakhir, meski kasus tersebut telah diselesaikan secara damai.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menegaskan bahwa barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab masing-masing individu. 

Namun, KAI tetap menyediakan fasilitas dan layanan Lost and Found untuk membantu proses penanganan apabila terjadi kehilangan.

“KAI senantiasa mengingatkan untuk memeriksa kembali barang bawaannya saat akan meninggalkan stasiun atau setelah turun dari kereta api. Namun apabila terjadi kejadian ketinggalan barang bawaan, masyarakat dapat menghubungi petugas stasiun atau mengakses layanan Lost & Found KAI secara langsung atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk proses tindak lanjut,” ujar Zainul, Jumat (28/11/2025).

Zainul menyampaikan, petugas announcer juga rutin memberikan peringatan agar penumpang tidak meninggalkan barang pribadi di kursi, rak bagasi, maupun area publik lainnya.

“Perhatikan jadwal keberangkatan, bawalah barang pribadi secukupnya dan datang lebih awal supaya penumpang lebih fokus dan tidak terburu-buru untuk meminimalisir risiko barang bawaan tertinggal. Begitu juga saat akan turun dari KA, agar fokus dan pastikan lagi barang bawaan sebelum turun,” imbau Zainul.

KAI Daop 7 Madiun turut mendorong penumpang membawa tumbler sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. 

Sejumlah stasiun di Daop 7 telah menyediakan dispenser air atau water station, antara lain di Stasiun Madiun, Jombang, Kediri, dan Blitar.

Sistem Lost and Found mencatat setiap barang yang ditemukan untuk proses pencarian lebih cepat. Barang akan disimpan sementara hingga diambil pemiliknya melalui prosedur verifikasi. 

Barang berupa makanan akan dimusnahkan dalam satu hari, sementara barang non-makanan yang tidak diambil sekitar satu bulan akan disumbangkan atau dimusnahkan. (Hms)

Editor : Redaksi 
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar