-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Edukasi Digital Sehat bersama Atika Banowati Beri Manfaat Nyata, Peserta Kian Waspada Judi Online

Pembukaan sosialisasi keempat Gerakan Digital Sehat dan Stop Judi Online di Maesa Hotel Ponorogo. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM:
Kegiatan sosialisasi bertema Gerakan Digital Sehat dan Stop Judi Online yang digelar di Maesa Hotel Ponorogo mendapat respons positif dari peserta. Edukasi yang disampaikan dinilai memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap praktik judi online yang kian marak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang diinisiasi anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Golkar Dapil IX, Hj. Atika Banowati, S.H.. Meski tidak hadir secara langsung, Atika menegaskan pentingnya penguatan literasi digital sebagai langkah preventif menghadapi ancaman judi online.

Menurut Atika, fenomena judi online saat ini tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga berpotensi merusak tatanan sosial masyarakat.

Karena itu, ia mendorong agar kegiatan edukatif seperti ini terus digelar secara berkelanjutan dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.

Salah satu peserta, Arivaldo, warga Plunturan, Kecamatan Pulung, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menilai materi yang disampaikan relevan dengan kondisi saat ini, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

“Setelah ikut sosialisasi ini, saya jadi lebih paham apa saja risiko dari judi online dan bagaimana cara menghindarinya. Juga jadi lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Arivaldo menambahkan, sebelumnya ia belum pernah mengikuti kegiatan serupa. Karena itu, ia berharap sosialisasi mengenai literasi digital dapat lebih sering dilakukan, khususnya di wilayah pedesaan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya literasi digital, termasuk kemampuan menyaring informasi, menjaga etika dalam berinteraksi di dunia maya, serta melindungi data pribadi dari potensi penyalahgunaan.

Narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo, menekankan bahwa masyarakat harus mampu membedakan konten yang bermanfaat dan yang berpotensi merugikan.

Ia menyebut, judi online hanya salah satu dari sekian banyak ancaman di ruang digital yang perlu diwaspadai.

“Literasi digital itu penting, bukan hanya sekadar bisa menggunakan perangkat, tetapi juga bagaimana kita memahami, menyaring, dan memanfaatkan informasi secara bijak,” kata Kepala Dinas Kominfo Ponorogo.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Bambang Santoso, mengingatkan bahwa praktik judi online memiliki konsekuensi hukum yang tegas.

Selain melanggar hukum, aktivitas tersebut juga kerap menimbulkan dampak sosial yang serius, mulai dari kecanduan hingga kerugian finansial.

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan judi online tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami bahaya judi online, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing. 

Edukasi yang diberikan diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif untuk menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan produktif. (Fjr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar