-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Petani Milenial Ponorogo Panen Melon Greenhouse, Raup Omzet Jutaan

Aktivitas perawatan melon di greenhouse modern milik Endra di Desa Muneng, Ponorogo. (Foto: ADEN/Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM:
Lahan kosong di depan rumah yang semula tak produktif, kini menjadi sumber penghasilan bagi Endra, pemuda lulusan Teknik Informatika dari Universitas PEN Surabaya.

Di Desa Muneng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, ia merintis budidaya melon dengan konsep greenhouse modern melalui usaha bertajuk SOBOTANI Farm.

Keputusan Endra terjun ke sektor pertanian bukan tanpa liku. Ia mengaku sempat mencoba peruntungan di bidang peternakan, mulai dari penggemukan kambing boer hingga ayam petelur. Namun, usaha tersebut berujung kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Saya pernah beternak kambing boer (penggemukan) dan ayam petelur, tapi mengalami kerugian hampir Rp60 juta,” kata Endra, Minggu, 24 Mei 2026.

Berpindah ke budidaya melon, tantangan juga tak serta-merta hilang. Pada masa awal merintis, hasil panen belum optimal.

Dari total produksi, hanya sekitar 60 persen yang berhasil dipanen, dengan sebagian kecil yang memenuhi standar pasar modern.

“Awal panen hanya 60 persen, dan yang masuk pasar modern sekitar 30 persen. Sisanya masuk pasar lokal,” ujarnya.

Greenhouse SOBOTANI Farm di Ponorogo menjadi ladang cuan bagi Endra.
Endra kemudian mengembangkan metode tanam berbasis greenhouse modern. Sistem ini memungkinkan pengendalian lingkungan secara lebih presisi, mulai dari suhu hingga penyiraman yang diatur menggunakan perangkat elektronik.

Selain meminimalkan serangan hama, teknologi ini juga memungkinkan rekayasa musim tanam.

Dengan metode tersebut, dalam setahun tanaman melon dapat dipanen antara tiga hingga enam kali.

Di lahan seluas sekitar 500 meter persegi, produksi bisa mencapai dua hingga empat ton per panen, dengan omzet berkisar Rp21 juta hingga Rp27 juta.

Usaha yang dirintis sejak 28 Mei 2023 itu kini mulai berkembang. Endra menyebut telah memiliki delapan mitra yang tersebar di wilayah karesidenan Madiun, dan berpotensi bertambah dalam waktu dekat.

“Saat ini ada delapan mitra, dan kemungkinan akan bertambah menjadi sebelas. Tiga masih dalam tahap negosiasi,” katanya.

Pasar yang dijangkau pun kian meluas. Selain memenuhi kebutuhan lokal, melon hasil budidaya SOBOTANI Farm telah dipasarkan ke sejumlah kota besar seperti Surabaya, Tangerang, dan Jakarta. Endra bahkan tengah menjajaki peluang ekspor ke luar negeri.

Tak hanya berorientasi bisnis, kebun melon ini juga dikembangkan sebagai sarana edukasi dan wisata. Pengunjung diberi kesempatan memetik langsung melon premium dari pohonnya.

Sejumlah pelajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kerap datang untuk belajar tentang budidaya hortikultura modern.

Ke depan, Endra berencana memperluas skala usaha sekaligus mengembangkan komoditas lain berbasis greenhouse, seperti cabai, tomat, dan paprika.

“Harapannya bisa menembus pasar nasional hingga internasional, serta menambah mitra di luar karesidenan Madiun. Saat ini juga sedang riset tanaman hortikultura lain yang cocok dengan konsep greenhouse,” ujarnya.

Kisah Endra menjadi gambaran bahwa sektor pertanian, dengan pendekatan teknologi dan manajemen modern, tetap menyimpan peluang besar terutama bagi generasi muda yang berani mencoba. (ADEN)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar