-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Ribuan Guru Madrasah di Pacitan Terima Gaji Minim, PMII Gelar Aksi

Aksi PMII Pacitan saat menyampaikan tuntutan kesejahteraan guru madrasah di depan kantor Kemenag dan DPRD. (Foto: Acir)
GARDAJATIM.COM: Rendahnya kesejahteraan guru madrasah di Pacitan memicu aksi demonstrasi yang digelar PMII Cabang Pacitan di Kantor Kemenag dan DPRD, Senin (4/5/2026). 

Aksi ini menyoroti kondisi guru non-ASN yang menerima insentif jauh di bawah standar, sekitar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.

Data yang dihimpun menyebutkan, dari total 2.580 guru madrasah di Pacitan, sebanyak 2.166 berstatus non-ASN. 

Dari jumlah itu, sedikitnya 1.114 guru masih bergantung pada insentif terbatas dan belum memperoleh penghasilan layak.

Selain penghasilan, mayoritas guru juga belum tersertifikasi dan belum mendapatkan inpassing. 

Akibatnya, mereka belum berhak menerima tunjangan profesi secara penuh.

Kondisi tersebut diperparah dengan belum cairnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi sekitar 286 guru PAI berstatus PPPK selama tiga bulan, sejak Januari hingga Maret 2026.

Ketua PMII Pacitan, Sunardi, menilai kondisi ini menunjukkan ketimpangan serius dalam sistem kesejahteraan tenaga pendidik. 

“Ribuan guru hanya digaji ratusan ribu, ini bukan sekadar masalah administratif, tapi soal keadilan,” tegasnya.

Dalam aksinya, PMII mendesak DPRD Pacitan mengeluarkan rekomendasi kepada Kemenag RI dan Kemenpan-RB untuk membuka kuota khusus bagi guru madrasah swasta. 

DPRD juga diminta mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk menambah insentif guru non-sertifikasi.

PMII turut mendorong pengawasan data EMIS agar tidak ada guru kehilangan haknya, serta menjamin perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru non-ASN. 

Selain itu, DPRD diminta menginisiasi Perda yang berpihak pada kesejahteraan guru madrasah.

Kepada Kemenag, PMII menuntut percepatan sertifikasi dan inpassing, peningkatan insentif mendekati upah layak, serta pembukaan kuota PPPK dengan mempertimbangkan masa pengabdian. 

“Kalau tidak ada langkah konkret, kami akan terus mengawal sampai ada perubahan nyata,” ujar Sunardi. (@Acr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar