-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

RSU Aisyah Gelar Simulasi Keracunan Massal di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo

Petugas mengevakuasi siswa dalam simulasi penanganan keracunan massal di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. (Foto: Sinyal Ponorogo)
GARDAJATIM.COM:
RSU Aisyah Ponorogo menggelar simulasi penanganan keracunan massal di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan siswa sebagai korban untuk menguji kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dalam simulasi itu, suasana sekolah dibuat menyerupai kondisi darurat nyata. Sejumlah ambulans keluar masuk halaman sekolah di kawasan Stadion Batoro Katong, sementara para siswa dievakuasi menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap kue ulang tahun.

Teriakan panik terdengar dari sejumlah siswa. Guru dan warga sekitar sekolah pun sempat mengira peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Humas RSU Aisyah Ponorogo, Arbain, S.Kep., Ns., mengatakan simulasi sengaja dibuat semirip mungkin dengan kondisi nyata agar respons petugas berlangsung alami. Bahkan, sebagian peserta disebut tidak mengetahui bahwa kegiatan tersebut merupakan latihan.

“Banyak yang tidak tahu, termasuk sebagian tenaga medis dan siswa. Kami ingin respons yang muncul benar-benar alami seperti menghadapi kejadian sesungguhnya,” kata Arbain.

Dalam simulasi tersebut, petugas medis melakukan proses evakuasi cepat, penanganan triase, hingga tindakan medis di IGD sesuai standar penanganan darurat.

Menurut Arbain, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan rumah sakit sebagai bagian dari evaluasi kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi KLB di masyarakat.

“Ini bagian dari upaya penyegaran kemampuan petugas. Setelah simulasi akan kami evaluasi, mana yang masih kurang dan perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Meski sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar, simulasi tersebut mendapat apresiasi karena dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan menghadapi situasi darurat. (*)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar