-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Festival Reog Ponorogo 2026 Resmi Dimulai, EO Asli Daerah Janjikan Banyak Kejutan

CEO Rakasiwi Production, Galih Rakasiwi. (Foto: Simetris)
GARDAJATIM.COM: Festival Reog Ponorogo 2026 resmi dimulai pada Sabtu malam, 6 Juni 2026. Perhelatan yang sekaligus menjadi pembuka rangkaian Grebeg Suro itu dijanjikan menghadirkan berbagai kejutan melalui konsep pertunjukan yang digarap oleh Event Organizer (EO) lokal, Rakasiwi Production.

Festival yang terdiri atas Festival Reog Remaja Ponorogo (FRRP XXII) dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP XXXI) tersebut akan berlangsung hingga 15 Juni 2026 di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo.

Tahun ini, penyelenggara menyiapkan tata panggung dan konsep pertunjukan yang diklaim lebih eksklusif dengan mengedepankan potensi lokal.

CEO Rakasiwi Production, Galih Rakasiwi mengatakan, keterlibatan EO asli Ponorogo menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sumber daya lokal dalam mengelola agenda budaya berskala nasional.

Menurut dia, penyelenggaraan festival tidak hanya bertujuan menyuguhkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah melalui kemasan acara yang profesional.

“Kami akan melaksanakan event ini secara profesional dan optimal sehingga potensi-potensi lokal bisa benar-benar muncul dan menjadi daya tarik masyarakat,” kata Galih usai pertemuan dengan media partner Pemerintah Kabupaten Ponorogo di Aula Kominfo Ponorogo, Jumat, 5 Juni 2026.

Pada malam pembukaan, panitia mengusung tema Wonderful Ponorogo. Konsep tersebut akan menampilkan tarian Revolution yang dibawakan para pemenang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Pertunjukan itu menjadi simbol regenerasi kesenian Reog Ponorogo sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk terus melestarikan budaya daerah.

Galih menjelaskan, pertunjukan pembukaan akan memadukan unsur seni tradisi dengan teknologi modern melalui tata cahaya, musik, dan pesta kembang api.

“Hasil mapping yang kami lakukan, pembukaan akan menyuguhkan tarian Revolution yang dipadukan dengan lighting, iringan musik, serta pertunjukan pesta kembang api spektakuler,” ujarnya.

Berpengalaman menangani berbagai konser, pameran, dan kegiatan hiburan sejak 2007, Rakasiwi Production optimistis Festival Reog Ponorogo tahun ini akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Sejumlah kejutan telah disiapkan sepanjang rangkaian acara berlangsung.

Ia menilai keberhasilan festival tidak terlepas dari dukungan masyarakat Ponorogo yang selama ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penyelenggaraan Grebeg Suro.

“Kita akan bekerja secara profesional. Dukungan warga Ponorogo luar biasa solid dan komunikatif untuk bersama-sama diniatkan membangun Ponorogo,” katanya.

Selain menampilkan pertunjukan seni budaya, festival tahun ini juga memberikan ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Panitia menyediakan videotron yang akan menayangkan profil toko dan produk UMKM agar lebih dikenal masyarakat luas.

Sementara itu, harga tiket masuk festival pada tahun ini diturunkan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk malam pembukaan, tiket VIP dibanderol Rp50 ribu dan reguler Rp40 ribu. Adapun pada hari biasa, tiket VIP dijual Rp30 ribu dan tiket reguler Rp25 ribu.

“Salah satu bentuk keberpihakan Festival Reog Ponorogo kepada masyarakat adalah penurunan harga tiket dibandingkan tahun lalu,” ujar Galih.

Festival Reog Ponorogo merupakan agenda utama dalam rangkaian Grebeg Suro yang setiap tahun menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.

Dengan konsep baru yang digarap putra daerah, penyelenggara berharap festival tahun ini mampu memperkuat posisi Ponorogo sebagai pusat pelestarian budaya Reog sekaligus destinasi wisata budaya nasional. (Dek/Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar