Sensus Ekonomi 2026 Segera Dimulai, BPS Ponorogo Bekali Ratusan Petugas Lapangan
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 oleh BPS Kabupaten Ponorogo. (Dok. Ist) |
GARDAJATIM.COM : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo menggelar pelatihan bagi ratusan calon petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada 1–3 Juni 2026.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan pendataan ekonomi nasional yang dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026.
Ratusan peserta pelatihan berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Mereka dibagi ke sejumlah lokasi pelatihan berdasarkan wilayah kecamatan masing-masing.
Peserta dari Kecamatan Sukorejo, Babadan, dan Ponorogo mengikuti pelatihan di Hotel Grand H.A.P Kintamani.
Sementara peserta dari Kecamatan Mlarak, Jambon, dan Sampung ditempatkan di Hotel Villa Merah. Adapun peserta dari Kecamatan Siman, Kauman, Balong, dan Ngebel mengikuti pelatihan di Hotel Red.
Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Kepala BPS Ponorogo, Evy Trisusanti, S.Si., MT., M.Sc., melalui Zoom Meeting.
Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya akurasi dan keterbukaan data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
"Diharapkan masyarakat terbuka di dalam menerima petugas dan memberikan informasi jawaban yang benar-benar jujur," ujarnya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS setiap 10 tahun sekali setelah sebelumnya digelar pada 1986, 1996, 2006, dan 2016.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas dibekali pemahaman materi dan teknis pendataan guna menyamakan persepsi selama proses sensus berlangsung.
Pendataan dilakukan secara door to door untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat tercatat secara menyeluruh dan akurat.
Para petugas nantinya akan mendata berbagai aktivitas ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu pemateri dari BPS Ponorogo, Surojudin Shodiq, mengungkapkan bahwa cakupan pendataan pada SE 2026 mengalami perluasan dibanding sensus sebelumnya.
"Kalau dulu SE ini fokus ke kegiatan ekonomi selain pertanian, tapi kali ini diminta sektor pertanian yang akan didata meliputi tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan hingga kehutanan," ungkapnya.
Selain sektor pertanian, BPS juga akan mendata perkembangan ekonomi berbasis digital, termasuk aktivitas jual beli online dan industri kreatif seperti YouTuber.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya diharapkan mampu menjadi dasar pemerintah dalam memetakan kondisi ekonomi masyarakat, membaca tren industri, hingga menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, termasuk penyaluran subsidi dan program pemberdayaan usaha.
Dalam pelaksanaannya, setiap petugas akan dibekali surat tugas resmi, rompi, serta tanda pengenal dari BPS. Rumah atau bangunan yang telah didata juga akan ditempeli stiker sebagai tanda telah mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026. (@Andika)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
