-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Jelang Beroperasi, Sekolah Rakyat Madiun Gelar MPLS dan Open House bagi Calon Siswa

Bupati Madiun, Hari Wuryanto Menghadiri MPLS dan Open House Sekolah Rakyat. (Dok. Gardajatim)
GARDAJATIM.COM : Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027 di kompleks Sekolah Rakyat, Jalan Kasatrian, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Selasa (14/7/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkenalkan lingkungan belajar, fasilitas, serta konsep pendidikan berasrama kepada calon peserta didik dan orang tua, sekaligus mendorong pemenuhan kuota siswa sebelum sekolah mulai beroperasi pada akhir Juli mendatang.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi ditargetkan dimulai setelah pembangunan fisik selesai pada 31 Juli 2026. 

Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 92 persen, sementara kesiapan tenaga pendidik, fasilitas, dan peserta didik terus dimatangkan.

"Insya Allah tanggal 31 Juli semuanya sudah siap. Bangunan sudah sekitar 92 persen, guru sudah disiapkan, fasilitas juga lengkap, mulai ruang belajar, perlengkapan sekolah, pakaian hingga sepatu bagi siswa," kata Hari Wuryanto.

Melalui kegiatan open house, masyarakat diberi kesempatan melihat langsung fasilitas asrama, ruang belajar, hingga sistem pembinaan karakter yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi. 

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang mengusung konsep pendidikan terpadu dan berasrama.

Menurut Hari, minat masyarakat diperkirakan akan terus meningkat setelah orang tua memahami fasilitas dan pola pembinaan yang disediakan pemerintah.

"Tahun ini memang masih tahap awal sehingga sebagian orang tua masih melihat-lihat. Tetapi setelah mengetahui fasilitas dan pembinaan yang diberikan, saya optimistis ke depan peminatnya akan semakin banyak, bahkan bisa melebihi kuota," ujarnya.

Pada tahun ajaran pertama, Sekolah Rakyat Terintegrasi menargetkan menerima 360 peserta didik dari jenjang SD, SMP, dan SMA. 

Hingga pertengahan Juli 2026, jumlah calon siswa yang telah terdaftar mencapai 279 orang, sehingga masih dibutuhkan sekitar 81 siswa untuk memenuhi target.
Dari jumlah tersebut, Kabupaten Madiun menyumbang 203 pendaftar, terdiri atas 28 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 85 siswa SMA. Sementara Kabupaten Ponorogo mencatat 76 pendaftar, masing-masing 16 siswa SD, 30 siswa SMP, dan 30 siswa SMA.

Untuk mendukung operasional awal, pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 30 tenaga pengajar serta tenaga pendukung selama masa transisi. 

Seluruh kebutuhan dasar peserta didik, termasuk perlengkapan sekolah, seragam, sepatu, dan fasilitas asrama, dipastikan telah tersedia.

Bupati Madiun berpesan kepada kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik agar menjalankan tugas sesuai standar operasional yang ditetapkan pemerintah, sekaligus mengedepankan kepedulian dan ketulusan dalam mendidik.

"Jangan hanya menjalankan kewajiban. Yang terpenting adalah kepedulian, keikhlasan, dan mendidik dengan sepenuh hati agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berkarakter," tegasnya. (@Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar