Menembus Jalan Terjal, Polri Antar Bantuan ke Warga Gempa Nagekeo
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi bersama Tim Gabungan Satgas menyeberangi sungai untuk menyalurkan bantuan Kapolda NTT kepada warga terdampak gempa di Kampung Natakupe. (Foto: Istimewa) |
Gempa tak hanya meninggalkan kerusakan dan duka bagi warga. Bencana juga membuat akses menuju sejumlah wilayah terdampak menjadi persoalan tersendiri, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan sulit dijangkau.
Rombongan harus menghadapi kondisi geografis berupa kawasan lembah serta jalan yang dipenuhi longsoran baru pascagempa. Medan tersebut membuat perjalanan menuju lokasi bantuan tidak dapat ditempuh dengan mudah.
Tantangan paling berat terjadi saat tim menuju Kampung Natakupe. Belum adanya jembatan penghubung membuat rombongan harus menyeberangi sungai yang cukup luas.
Tim turun langsung ke sungai dan rela berbasah-basahan agar bantuan dapat mencapai warga. Pilihan itu diambil untuk memastikan bantuan tidak berhenti di tengah akses yang sulit dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Kondisi medan tersebut tidak menghentikan langkah Kapolres Nagekeo dan Tim Gabungan Satgas.
Mereka menempuh perjalanan dari satu titik ke titik lain dengan tujuan memastikan warga di wilayah terpencil tetap merasakan kehadiran negara setelah bencana.
Bantuan dari Kapolda NTT kemudian diserahkan langsung kepada warga terdampak gempa. Wajah haru dan rasa syukur terlihat ketika masyarakat menerima bantuan tersebut.
Bagi warga, kedatangan aparat bukan semata soal bantuan yang dibawa. Kehadiran Kapolres Nagekeo dan personel Polri menjadi pesan bahwa masyarakat di wilayah sulit dijangkau tetap mendapat perhatian setelah gempa.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT dan Bapak Kapolres Nagekeo yang sudah datang langsung ke tempat kami. Kami sangat terharu, karena kondisi jalan sulit, tetapi Bapak-bapak Polisi tetap datang untuk melihat dan membantu kami,” ungkap salah seorang warga dengan penuh haru.
Kehadiran Polri di lokasi terdampak juga memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat berhadapan langsung dengan persoalan akses di lapangan.
Jarak, longsoran, kondisi jalan, hingga sungai tanpa jembatan menjadi hambatan yang harus dihadapi untuk menjangkau warga.
Bagi masyarakat yang berada di pelosok, bantuan yang tiba bukan hanya memiliki nilai material.
Kedatangan petugas secara langsung memberi arti bahwa mereka tidak ditinggalkan ketika bencana membuat akses ke wilayah mereka semakin sulit.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Kapolres Nagekeo bersama Tim Gabungan Satgas menunjukkan upaya memastikan bantuan tetap menjangkau masyarakat terdampak, meski medan menuju lokasi penuh rintangan.
Bagi warga, pesan yang diterima sederhana: Polri hadir, Polri peduli, dan masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi bencana. (Hms/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
