-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 TENTARA NASIONAL INDONESIA🇮🇩

Era Modern Tak Hapus Kepedulian Desa Tileng terhadap Budaya Lokal

Sosialisasi kebudayaan melibatkan pemuda dari tiga dusun untuk menjaga keberlanjutan seni karawitan dan pencak silat di Desa Tileng.
Sosialisasi Kepemudaan terkait Kebudayaan yang membahas pelestarian seni karawitan dan pencak silat di Desa Tileng. (Dok Ist)
GARDAJATIM.COM : Di tengah perkembangan budaya modern, Pemerintah Desa Tileng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, tetap mendorong pelestarian budaya lokal melalui penyediaan sarana kesenian, perawatan fasilitas, fasilitasi pelatihan, hingga pelibatan generasi muda.

Dua kesenian yang menjadi perhatian Pemerintah Desa Tileng yakni seni karawitan dan pencak silat. 

Keduanya bukan budaya baru bagi masyarakat setempat, melainkan kesenian dan tradisi yang telah berkembang serta berjalan di tengah kehidupan masyarakat.

Di bidang karawitan, Pemerintah Desa (Pemdes) Tileng telah menyediakan seperangkat alat gamelan lengkap. 

Fasilitas tersebut juga didukung dengan anggaran perawatan setiap tahun agar tetap dapat digunakan untuk kegiatan kesenian.

Selain menyediakan sarana, pemerintah desa juga memfasilitasi pengajuan bantuan pelatihan kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Madiun. Pelatihan tersebut direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Upaya pelestarian tidak hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga dengan mendorong keterlibatan generasi muda. 

Salah satunya melalui Sosialisasi Kepemudaan terkait Kebudayaan yang mengajak pemuda-pemudi Desa Tileng mengenal dan ikut menjaga seni karawitan serta pencak silat.

Sekretaris Desa Tileng, Heru Budi Cahyono, mengungkapkan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya mengajak generasi muda meneruskan budaya yang selama ini telah berkembang di Desa Tileng. Sekaligus melestarikan kearifan lokal.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak kaum muda-mudi Desa Tileng untuk melestarikan budaya pencak silat atau bela diri dan seni budaya karawitan,” ungkap Heru saat memberikan keterangan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Heru, keterlibatan generasi muda penting karena seni karawitan dan pencak silat telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Tileng.

Oleh Karena itu, keberadaan budaya tersebut perlu terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Heru menambahkan seni karawitan di Desa Tileng telah ditekuni para pendahulu dan bahkan sempat menorehkan prestasi hingga tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Kami berharap generasi muda-mudi Desa Tileng bersemangat melestarikan seni karawitan yang oleh pendahulu Desa Tileng telah ditekuni dan sempat menorehkan prestasi sampai tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara di bidang pencak silat, keterlibatan pemuda juga dinilai menjadi potensi positif. 

Menurut Heru, mayoritas pemuda dan pemudi Desa Tileng mengikuti organisasi pencak silat PSHT.

Ia berharap keberadaan para pemuda tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian bela diri, tetapi juga ikut menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas lingkungan desa.

“Di bidang seni pencak silat atau bela diri, pemuda dan pemudi Desa Tileng yang mayoritas dari organisasi pencak silat PSHT, bersedia bersama-sama membuat rasa aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Desa Tileng,” katanya.

Libatkan Pemuda Tiga Dusun

Pelibatan generasi muda tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Kepemudaan terkait Kebudayaan yang digelar pada 4 Agustus 2026 lalu.

Kegiatan itu diikuti pemuda-pemudi dari tiga dusun di Desa Tileng, yakni Dusun Tileng, Pokolimo, dan Gondoroso.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Tileng, Simbi Riyanto, turut menjadi narasumber. Materi seni karawitan disampaikan pengurus Sanggar Karawitan Sekar Laras, sedangkan materi pencak silat atau bela diri disampaikan tokoh Kampung Pesilat.

Riyanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengajak generasi muda ikut mempertahankan budaya yang selama ini telah berjalan di Desa Tileng.

“Pembahasan mengajak pemuda-pemudi untuk pelestarian budaya seni karawitan, narasumber dari pengurus Sanggar Karawitan Sekar Laras, dan mengajak pemuda-pemudi Desa Tileng untuk melestarikan budaya seni bela diri dengan narasumber dari tokoh Kampung Pesilat,” kata Riyanto, Kamis (10/9/2026).

Menurut Riyanto, berbagai kegiatan budaya di Desa Tileng pada dasarnya telah berjalan. Karena itu, pemerintah desa ingin memastikan keberadaannya tetap dipertahankan dan diteruskan oleh generasi muda.

“Intinya semua saat ini sudah berjalan, dan kami berharap dilestarikan,” ujarnya.

Riyanto menegaskan perkembangan zaman tidak seharusnya membuat kepedulian terhadap budaya lokal menghilang.

“Era modern tidak menghapus kepedulian Pemerintah Desa Tileng terhadap budaya. Kami mengajak generasi muda untuk mengenal dan ikut melestarikannya,” tegasnya.

Dengan dukungan sarana, perawatan, fasilitasi pelatihan, serta keterlibatan generasi muda, Pemdes Tileng berharap seni karawitan dan pencak silat tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Harapannya budaya yang sudah berjalan ini tetap dilestarikan dan tidak hilang oleh perkembangan zaman,” pungkas Riyanto. (@Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar