Gagasan M. Hasim untuk Ponorogo: Investasi Industri, PAD, hingga Penguatan Pertanian
Redaksi
... menit baca
![]() |
| M. Hasim, S.H., M.H., C.M., SHEL., Calon Wakil Bupati Ponorogo. (Foto: Istimewa) |
Hasim merupakan putra K.H. Imam Mahmudi dari Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Ponorogo.
Latar belakang keluarga yang memiliki kiprah sebagai tokoh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian dari perjalanan sosial kemasyarakatan Hasim.
Selain berkecimpung sebagai advokat, Hasim juga memiliki aktivitas di bidang usaha dan investasi industri.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal untuk membuka peluang investasi baru di Kabupaten Ponorogo.
Jika dipercaya mendapat amanah mendampingi Lisdyarita dalam melanjutkan pemerintahan Ponorogo, Hasim menyatakan ingin mendorong masuknya investor industri ke daerah.
“Ponorogo memiliki potensi yang besar. Yang perlu kita lakukan adalah membuka ruang investasi dan menyiapkan daerah agar mampu menangkap peluang tersebut,” ujar Gus Hasim sapaan akrabnya, Senin, 7 September 2026.
M. Hasim Mulai Jajaki Calon Investor
Gagasan mendatangkan investor, menurut Hasim, bukan sekadar wacana. Ia mengaku telah beberapa kali bertemu dengan sejumlah calon investor untuk membicarakan peluang investasi di Ponorogo.
Komunikasi tersebut masih berlangsung dan dijadwalkan kembali dilakukan untuk membahas peluang serta kebutuhan investasi secara lebih lanjut.
“Saya sudah beberapa kali bertemu dengan calon investor. Insyaallah akan ada pertemuan berikutnya untuk membicarakan lebih detail peluang investasi di Ponorogo,” katanya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam komunikasi tersebut adalah kesiapan lahan.
Menurut Gus Hasim, ketersediaan lahan perlu dipersiapkan secara matang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor dan karakter industri yang akan dikembangkan.
“Kesiapan lahan menjadi salah satu hal penting yang ditanyakan investor. Karena itu, pemerintah daerah perlu memiliki pemetaan yang jelas mengenai potensi dan kesiapan lahan,” jelasnya.
Masuknya industri diharapkan tidak hanya berdampak terhadap nilai investasi, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat.
Terutama melalui terbukanya kesempatan kerja, tumbuhnya usaha pendukung, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan investasi.
“Harapannya investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Ponorogo, terutama membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.
Dorong PAD dan Perkuat Sektor Pertanian
Gus Hasim juga menempatkan peningkatan PAD sebagai bagian penting dalam gagasan pembangunan ekonomi Ponorogo.
Menurutnya, penguatan PAD perlu berjalan beriringan dengan pengembangan sektor-sektor produktif. Investasi, aktivitas usaha, serta optimalisasi potensi daerah dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan fiskal daerah.
“Kalau ekonomi bergerak, investasi tumbuh, dan sektor usaha berkembang, tentu ada dampak terhadap PAD. Karena itu, kita harus berpikir bagaimana menciptakan sumber-sumber ekonomi baru,” katanya.
Di sisi lain, sektor pertanian tetap menjadi perhatian. Hasim menilai pertanian merupakan salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Ponorogo yang perlu terus dikembangkan.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak semestinya hanya bertumpu pada satu sektor.
“Industri penting, tetapi pertanian juga tidak boleh ditinggalkan. Keduanya harus bisa berjalan beriringan sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dan peluang ekonomi,” ujarnya.
Melanjutkan Tongkat Estafet Legacy Sugiri Sancoko
Selain menawarkan gagasan ekonomi, Hasim juga menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan Ponorogo.
Jika mendapat amanah untuk mendampingi Lisdyarita, ia ingin melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan legacy yang telah ditorehkan eks Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Menurut Gus Hasim, pergantian kepemimpinan tidak semestinya membuat program pembangunan yang sudah berjalan terputus begitu saja.
“Setiap kepemimpinan pasti memiliki program dan legacy. Yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat harus kita lanjutkan,” tegasnya.
Namun, melanjutkan legacy bukan berarti menutup ruang evaluasi. Program yang telah berjalan tetap perlu dikaji agar dapat disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan daerah.
“Melanjutkan bukan berarti tidak melakukan evaluasi. Yang sudah baik kita teruskan, yang masih kurang kita perbaiki, dan kalau ada peluang baru tentu harus kita kembangkan,” lanjutnya.
Gagasan tersebut menempatkan kesinambungan pembangunan sebagai bagian penting dalam menjaga arah pembangunan Ponorogo.
Investasi industri, penguatan PAD, sektor pertanian, serta keberlanjutan program pembangunan dipandang sebagai agenda yang dapat berjalan beriringan.
Sebagai putra daerah, Hasim ingin potensi Ponorogo dikembangkan dengan membuka lebih banyak peluang ekonomi sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan yang telah dirintis sebelumnya.
“Ponorogo harus terus bergerak. Kita perlu membangun dengan melihat potensi daerah, membuka peluang investasi, memperkuat ekonomi masyarakat, dan tetap melanjutkan hal-hal baik yang sudah dirintis sebelumnya,” pungkasnya. (Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
