-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Petugas Rutan Ponorogo Ikuti Bimtek Pemasaran Produk WBP di Surabaya

Petugas Rutan Ponorogo Ikuti Bimtek Pemasaran Produk WBP di Surabaya. (Foto: Doc)

Gardajatim.com - Petugas Pelayanan Tahanan dari Rutan Kelas IIB Ponorogo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasyarakatan tentang Kerja dan Produksi dalam Pemasaran Produk Karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Senin hingga Rabu (20-22 Mei 2024), di Hotel Wyndham Surabaya. 

Bimtek ini diselenggarakan oleh Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur dan diikuti oleh 55 peserta dari 41 satuan kerja.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, melalui Kepala Divisi Administrasi Saeful Rochim, membuka kegiatan ini secara resmi. 

Dalam sambutannya, Saeful Rochim menyampaikan, bahwa melalui bimbingan teknis ini, produk karya WBP akan semakin baik dan dikenal oleh masyarakat luas, serta memberikan bekal berharga bagi warga binaan untuk masa depan.

"Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap produk karya WBP semakin berkualitas dan dikenal oleh masyarakat luas. Ini akan memberikan bekal yang berharga bagi warga binaan untuk masa depan mereka," ujarnya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi dan praktek terkait teknik pemasaran produk yang dihasilkan oleh WBP.

Fokus utama dari Bimtek ini adalah untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mempromosikan dan menjual produk-produk karya WBP, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan memberikan dampak positif bagi lembaga pemasyarakatan dan rutan.

Fandy Achmad, petugas Rutan Bumi Reog yang mengikuti kegiatan ini berkomitmen, akan mengimplementasikan hasil Bimteknya di Rutan Ponorogo.

"Hasil dari Bimtek ini akan saya implementasikan dengan baik di Rutan Ponorogo. Peningkatan kemampuan dalam pemasaran produk karya WBP sangat penting untuk mendukung program pembinaan dan memberikan nilai ekonomi bagi mereka. Kita bisa membantu WBP lebih siap menghadapi dunia luar dan mengurangi angka residivisme," kata Fandy.

Dengan pelatihan ini, diharapkan produk-produk karya WBP dari Rutan Ponorogo dapat lebih dikenal dan bersaing di pasar, memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan, dan mendukung program pembinaan yang lebih efektif. (Hms/Mit)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar