Wisata Religi di Makam Bupati Pertama Ponorogo Giri Merto

Gapura Makam Giri Merto, Desa Tajug, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. (Foto: gardajatim.com)

Gardajatim.com - Dalam perjalanan sejarah Kabupaten Ponorogo, nama KRMA Mertonegoro menjadi titik penting yang tidak bisa diabaikan.

Ia bukan hanya Bupati ke-14 di Kota Lama, tetapi juga menjabat sebagai Bupati pertama di Kota Baru, yang kini menjadi bagian dari kabupaten yang kita kenal hari ini.

Menariknya, sejarah Mertonegoro tidak hanya berbicara tentang kepemimpinan dan kebijakan, tetapi juga tentang hubungan keluarga dan warisan budaya. Berbeda dengan anggapan umum, Mertonegoro bukanlah keturunan langsung dari Batoro Katong, melainkan menempuh perjalanan politik yang cukup menarik.

Ketika banyak tokoh penting gugur dalam perang Diponegoro pada sekitar tahun 1834, Mertonegoro mengambil peran yang tidak terduga sebagai pengganti mertuanya, Suryodiningrat 2, Bupati ke-13 di Kota Lama.

Sementara itu, jejak keturunan Mertonegoro juga menyentuh pada Jayengrono 2 dan Jayengrono 1, memberikan dimensi lain dari kompleksitas sejarah keluarga ini.

Pemakaman Giri Merto, yang terletak di Desa Tajug, Kecamatan Siman, menjadi tempat yang sakral dan sarat dengan nilai sejarah.

Dibangun pada tahun 1975, pemakaman ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir Mertonegoro, tetapi juga menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Ponorogo.

Meskipun pandemi telah mengubah banyak hal, kirab budaya yang diadakan setiap tahun oleh pemerintah Desa Tajug tetap menjadi momen penting bagi masyarakat setempat.

Dari balai Desa Tajug menuju makam Giri Merto, kirab ini tidak hanya memperingati warisan budaya, tetapi juga menjadi cara untuk menghormati para pendahulu dan menjaga nilai-nilai yang mereka perjuangkan.

Meskipun kegiatan tersebut mulai meredup karena pandemi, kunjungan ke makam Giri Merto tetap tinggi, menunjukkan betapa pentingnya warisan sejarah dan budaya dalam membentuk identitas suatu daerah. 

Dengan menjaga dan menghargai warisan sejarah seperti Mertonegoro, kita tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga membangun pondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik.

Dikutip dari berbagai sumber.

0/Post a Comment/Comments

Garda Jatim
Garda Jatim