Dicoret Dari KPM, Ibu Rumah Tangga di Pacitan Mengadu Tak Terima Bansos Selama Tujuh Tahun
Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Sulastri Ibu Rumah Tangga saat dikonfirmasi di kediamannya. (Foto : Acir Hernowo) |
GARDAJATIM.COM : Seorang ibu rumah tangga di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, mengeluhkan tidak lagi menerima bantuan sembako selama sekitar tujuh tahun terakhir.
Warga tersebut mengaku dicoret dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) meski kondisi ekonomi keluarganya masih jauh dari kata layak.
Sulastri (40), warga RT 03/RW 01 Dusun Krajan, mengatakan pencoretan tersebut dilakukan oleh perangkat desa setempat tanpa penjelasan yang jelas. Padahal, menurutnya, keluarganya termasuk penerima bantuan sejak awal program bantuan sosial digulirkan pemerintah.
Kepada awak media, Sulastri menuturkan bahwa bantuan sembako terakhir diterimanya sekitar tujuh tahun lalu. Setelah itu, keluarganya hanya mendapatkan penggantian kartu BPJS, sementara bantuan sembako dihentikan.
"Sejak tujuh tahun yang lalu keluarga saya tidak dikasih bantuan sembako. Hanya ganti kartu BPJS, lalu dicoret dari penerima sembako. Memang penerima awal atas nama ayah saya, setelah ayah meninggal diganti ibu saya. Setelah itu tidak pernah menerima lagi," ujarnya.
Ia mengaku sempat mempertanyakan pencoretan tersebut kepada kepala dusun setempat. Namun jawaban yang diterima justru membuatnya kecewa karena keluarganya dinilai sudah tergolong mampu.
"Beberapa tahun lalu kami mencoba menanyakan hal tersebut ke pak kasun. Jawabannya, kami dicoret karena dianggap sudah mampu. Padahal kondisi kami masih seperti ini, mau makan saja susah. Malah ada yang punya sawah banyak dan motor banyak masih menerima bantuan. Tidak adil," katanya.
Sulastri menilai penyaluran bantuan sosial di desanya tidak tepat sasaran. Dengan nada emosional dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi yang dialaminya.
"Apa rakyat kecil seperti kami hanya diperlakukan seperti ini? Banyak juga di desa saya yang senasib dengan saya, tapi mereka takut untuk bersuara," ucapnya.
Di akhir keterangannya, Sulastri berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan ulang dan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
"Saya mohon kepada bapak pejabat dan bapak Dinas Sosial untuk turun ke lapangan, perhatikan nasib kami. Banyak warga di Wonoanti yang bernasib sama dengan saya," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun Dinas Sosial Kabupaten Pacitan terkait keluhan warga tersebut. (Acr)
Editor : Redaksi
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
