Baut Rel Dicuri di Blitar–Rejotangan, KAI Daop 7 Madiun Segera Perbaiki Jalur
GARDAJATIM.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bergerak cepat menindaklanjuti pencurian baut penambat rel yang terjadi di KM 127 + 358, petak jalan Blitar–Rejotangan, Rabu (7/1). 
Petugas KAI Daop 7 Madiun meninjau dan melakukan perbaikan baut penambat rel yang dicuri di jalur Blitar–Rejotangan. | Rabu, 7 Januari 2026 | Foto: Dok. (Humas KAI)
Aksi oknum tidak bertanggung jawab ini berpotensi mengganggu stabilitas jalur dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
Menanggapi peristiwa tersebut, petugas prasarana KAI Daop 7 Madiun langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan jalur, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta mengganti dan melengkapi baut penambat yang hilang.
Seluruh proses dilakukan sesuai standar keselamatan perkeretaapian, sehingga jalur dinyatakan aman dan tetap laik operasi.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menekankan pentingnya komponen tersebut bagi keselamatan publik.
“Baut penambat rel adalah komponen vital. Kehilangannya dapat berdampak serius terhadap keselamatan perjalanan kereta api. KAI Daop 7 Madiun bergerak cepat melakukan perbaikan agar operasional KA tetap aman,” ujar Tohari.
Selain melakukan perbaikan, KAI Daop 7 Madiun meningkatkan patroli pengamanan jalur dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk mencegah kejadian serupa.
Masyarakat diimbau ikut menjaga keamanan prasarana perkeretaapian dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel.
KAI Daop 7 Madiun juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang melaporkan dugaan pencurian baut penambat rel.
Menurut Tohari, laporan cepat dari warga sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan awal dan pengamanan prasarana perkeretaapian.
“Partisipasi masyarakat sangat kami apresiasi. Laporan yang disampaikan menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Sinergi antara KAI dan masyarakat seperti ini sangat penting untuk mencegah gangguan keamanan prasarana ke depan,” lanjut Tohari.
Tohari menegaskan kembali bahwa keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Hms/Mah)
Editor: Redaksi