Daop 7 Madiun Jadi Titik Sibuk Mobilitas, Pergerakan Penumpang Nataru Tembus 280 Ribu
![]() |
| Suasana arus penumpang Nataru di wilayah Daop 7 Madiun yang menjadi salah satu titik sibuk mobilitas perjalanan kereta api. |Rabu, 30 Desember 2025| Foto: (Dok. Humas KAI) |
Tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api tercermin dari lonjakan pergerakan penumpang yang melintasi sejumlah stasiun di wilayah tersebut.
Berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, selama 14 hari masa Angkutan Nataru 2025/2026 tercatat total pergerakan penumpang mencapai lebih dari 280 ribu orang.
Rinciannya, sebanyak 133.664 pelanggan berangkat dan 146.497 pelanggan datang, menunjukkan intensitas perjalanan yang tetap tinggi hingga akhir tahun 2025 dan awal 2026.
Aktivitas perjalanan masih terlihat padat pada Rabu (31/12/2025). Pada hari tersebut, KAI Daop 7 Madiun melayani 18.896 pelanggan, dengan 9.086 pelanggan berangkat dan 9.810 pelanggan datang di berbagai stasiun wilayah Daop 7 Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa tingginya pergerakan penumpang tidak menghambat ketersediaan layanan bagi masyarakat yang masih merencanakan perjalanan pascaperayaan Tahun Baru.
Hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru pada 4 Januari 2026, ketersediaan tempat duduk masih terpantau mencukupi.
“Kami memastikan tempat duduk kereta api menuju berbagai kota tujuan favorit masih tersedia hingga 4 Januari 2026. Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan lainnya,” ujar Tohari.
Untuk periode keberangkatan hingga 4 Januari 2026, sisa tempat duduk perjalanan kereta api dari maupun melintasi wilayah Daop 7 Madiun masih tersedia menuju sejumlah kota.
Di antaranya Surabaya Gubeng sebanyak 20.195 tempat duduk, Malang 7.955 tempat duduk, Yogyakarta 7.793 tempat duduk, Gambir 2.959 tempat duduk, Purwokerto 619 tempat duduk, Bandung 531 tempat duduk, Cirebon 391 tempat duduk, serta Pasar Senen 150 tempat duduk.
Selama masa Nataru, sejumlah stasiun tujuan favorit penumpang dari wilayah Daop 7 Madiun antara lain Bandung, Pasar Senen, Surabaya Gubeng, Yogyakarta, dan Malang.
Tingginya permintaan juga tercermin dari tingkat okupansi beberapa perjalanan kereta api yang melintas di wilayah tersebut.
KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong mencatat tingkat okupansi tertinggi dengan capaian 197 persen. Disusul KA Brantas Tambahan relasi Blitar–Pasar Senen sebesar 156 persen, KA Brantas relasi Blitar–Pasar Senen 152 persen, KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen 150 persen, serta KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen sebesar 148 persen.
KAI Daop 7 Madiun memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api selama masa Angkutan Nataru berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan.
Masyarakat diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan dan memastikan proses boarding berjalan lancar. (Hms/@Mah)
Editor : Redaksi
