-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Gempa Pacitan, 11 Perjalanan KA di Wilayah Daop 7 Madiun Sempat Dihentikan

Sebanyak 11 perjalanan KA di Daop 7 Madiun sempat dihentikan usai gempa Pacitan, sebelum kembali beroperasi normal. (Foto: Humas KAI)
GARDAJATIM.COM: Sebanyak 11 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun sempat dihentikan sementara menyusul terjadinya gempa bumi magnitudo 5,5 yang berpusat di wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pagi.

Gempa dengan pusat di koordinat 8,14 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan itu terjadi pada pukul 08.21 WIB dengan kedalaman 105 kilometer. 

Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah dan berdampak pada operasional perjalanan kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penghentian perjalanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan perjalanan kereta api apabila terjadi gempa.

“SOP kami bila terjadi gempa, semua KA berhenti untuk menunggu pemeriksaan jalur KA menunggu dipastikan harus semua jalur aman dilewati KA di wilayah pasca gempa yang terasa,” ujar Tohari.

Menurutnya, ketika gempa dirasakan, seluruh kereta api yang sedang dalam perjalanan diminta berhenti secara serentak. 

Instruksi penghentian tersebut disampaikan oleh pengendali perjalanan kereta api melalui radio lokomotif terpusat.

Setelah seluruh KA berhenti, petugas Unit Jalan dan Jembatan (JJ) langsung melakukan pemantauan dan pemeriksaan kondisi jalur rel serta jembatan untuk memastikan keamanan lintasan sebelum kereta api diizinkan melanjutkan perjalanan.

Adapun 11 kereta api yang sempat berhenti pascagempa di wilayah Daop 7 Madiun meliputi KA Madiun Jaya (KA 143B) relasi Madiun–Pasarsenen yang berhenti di Stasiun Walikukun, KA Kahuripan (KA 274) relasi Kiaracondong–Blitar berhenti di Stasiun Walikukun, KA BIAS (KA 576A) relasi Adi Soemarmo–Madiun berhenti di Stasiun Madiun, serta KA Bangunkarta (KA 161) relasi Jombang–Pasarsenen yang juga berhenti di Stasiun Madiun.

Selain itu, KA Gaya Baru Malam Selatan (KA 89) relasi Surabaya Gubeng–Pasarsenen berhenti di petak jalan antara Stasiun Saradan–Caruban, KA Sancaka (KA 84B) relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng berhenti di petak jalan antara Stasiun Ngawi–Geneng, serta KA Singasari (KA 150) relasi Pasarsenen–Blitar berhenti di petak jalan Magetan–Madiun.

KA lainnya yang turut berhenti yakni KA Sancaka (KA 81B) relasi Surabaya Gubeng–Yogyakarta di Stasiun Nganjuk, KA Malabar (KA 69) relasi Malang–Bandung di Stasiun Papar, KA Parcel Tengah (KA 302) di petak jalan antara Sukomoro–Baron, serta KA Commuter Line Dhoho (KA 402) yang berhenti di Stasiun Ngujang.

“Setelah jalur dinyatakan aman untuk dilintasi KA, pada pukul 08.49 WIB seluruh perjalanan KA kembali berjalan normal sesuai grafik perjalanan kereta api,” imbuh Tohari.

KAI menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api. 

Setiap potensi bahaya, sekecil apa pun, akan diminimalkan demi memastikan keselamatan penumpang dan petugas kereta api. (Hms/Mah)


Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar