-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Putri Bupati Pacitan Curi Perhatian di Pentas Tari Gage Gumbregah Kipo Kopi

Pentas Akhir Semester Sanggar Tari GAGE Tampilkan Penari Usia Dini hingga SMA Sambut Tahun Baru 2026 | Kamis, 1 Januari 2026 | Foto : Pentas Tari Gage Gumbregah (Dok. Acr)
GARDAJATIM.COM : Putri semata wayang Bupati Pacitan menjadi pusat perhatian dalam gelaran pentas seni tari bertajuk Gage Gumbregah yang digelar di Kafe Kipo Kopi, Pacitan, Kamis (1/1/2026). 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sanggar Tari GAGE Pacitan dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026.

Pentas seni yang berlangsung di panggung utama Kipo Kopi tersebut menampilkan beragam jenis tarian dari para anak didik Sanggar GAGE. Mulai dari kelompok bermain, PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA turut ambil bagian dalam pentas yang menjadi agenda tahunan sanggar tersebut. 

Salah satu penampil yang menyita perhatian pengunjung adalah putri Bupati Pacitan yang masih menempuh pendidikan usia dini. 

Penampilan anak yang akrab disapa Nayung itu mendapat apresiasi penonton, terlebih dengan bakat seni yang dinilai mengalir dari kedua orang tuanya.

Pimpinan Sanggar Tari GAGE, Ika Haryani, menyampaikan apresiasinya kepada pihak Kipo Kopi yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan seni tersebut. 

“Pertama, kami ucapkan terima kasih kepada Kipo Kopi yang telah memberikan ruang bagi para pencinta seni tari di Pacitan,” ujarnya.

Ika menjelaskan bahwa Gage Gumbregah bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari proses pembelajaran siswa sanggar. 

“Gage Gumbregah merupakan pentas pencapaian atau semacam ujian studi pementasan tari yang diikuti oleh siswa Sanggar Tari GAGE. Penari terbagi dalam beberapa kelompok, mulai dari kelas kelompok bermain, PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Ini merupakan agenda tahunan di setiap akhir studi (semester),” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Kipo Kopi, Heri Kirun, menegaskan komitmen pihaknya dalam menyediakan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan kreativitas lokal. 

“Di sini Kipo Kopi selaku ruang atau space untuk berekspresi bagi semua kalangan memfasilitasi terselenggaranya acara ini. Meskipun ada sedikit kendala karena hujan dan sempat padam listrik, hal tersebut tidak mengurangi semangat seluruh stakeholder yang ada,” katanya.

Ia berharap semangat yang diusung dalam pentas tersebut dapat terus hidup di kalangan generasi muda Pacitan. 

“Besar harapan kami, semua generasi, khususnya pelaku lokal, untuk selalu bergerak dengan semangat GAGE GUMREGAH, EMPAN MAPAN, OBAH MAMAH di era yang serba entah ini,” tandasnya.

Pentas Gage Gumbregah pun berlangsung meriah dan menjadi penanda semangat pelestarian seni tari di Pacitan pada awal Tahun 2026. (@Acr)

Editor : Redaksi 
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar