Stasiun Babadan Disiapkan Jadi Stasiun Kargo untuk Dongkrak PAD Kabupaten Madiun
GARDAJATIM.COM: Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak, terus berupaya menghadirkan terobosan baru guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun sebagai bagian dari ikhtiar mendorong kesejahteraan masyarakat.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto (kanan) berdialog dengan KADAOP 7 Madiun Ali Afandi (Kiri) dalam silaturahmi membahas rencana Stasiun Babadan sebagai stasiun kargo. (Foto: Ist.)
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam silaturahmi dengan Kepala Daerah Operasi (KADAOP) 7 Madiun yang baru, Ali Afandi, yang digelar pada Rabu (14/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Madiun secara intens menindaklanjuti rencana kerja sama strategis antara Pemkab Madiun dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dinilai berpotensi besar mendongkrak perekonomian daerah.
Ditemui seusai silaturahmi, Bupati Madiun menyampaikan bahwa meskipun terjadi pergantian pucuk pimpinan di Daop 7 Madiun, dukungan dari PT KAI tetap kuat terhadap rencana yang telah disusun bersama.
“Meski pimpinan Daop 7 Madiun berganti, namun tetap sangat support, sehingga apa yang telah kita rencanakan bisa segera terlaksana,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Hari.
Salah satu rencana strategis yang ditegaskan Bupati Madiun adalah peningkatan Stasiun Babadan menjadi Stasiun Kargo.
Selain itu, Pemkab Madiun juga menyiapkan pembangunan rest area di Desa Nampu, Kecamatan Saradan, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk.
Menurut Bupati Madiun, rencana menjadikan Stasiun Babadan sebagai stasiun kargo sejalan dengan penjelasan dari KADAOP 7 Madiun.
Pasalnya, Stasiun Madiun saat ini sudah penuh, sementara akses distribusi menuju jalan tol dari pusat kota mengalami kendala. Sebaliknya, Stasiun Babadan dinilai memiliki akses yang lebih mudah menuju jalan tol.
“Ini semua juga sudah sesuai dengan rencana kita. Rencana RTRW kita juga kita fokuskan ke sana, peningkatan Stasiun Babadan menjadi stasiun kargo. Ini ibarat gayung bersambut,” ucap Mas Hari dengan nada santai.
Dalam silaturahmi tersebut, Bupati Madiun didampingi Kepala Dinas Perhubungan serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum.
Ia menambahkan, PT KAI akan segera menyusun kajian mendalam terkait rencana tersebut, yang akan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemkab Madiun.
Kajian itu akan mencakup berbagai aspek, mulai dari luasan lahan Stasiun Babadan yang dinilai telah mencukupi, hingga analisis ekonomi dan keamanan.
Lebih jauh, Bupati Madiun memaparkan dampak positif yang akan diperoleh Kabupaten Madiun apabila Stasiun Babadan resmi beroperasi sebagai stasiun kargo. Salah satunya adalah pergeseran perputaran ekonomi yang selama ini terpusat di Kota Madiun.
“Dampak positifnya banyak. Perputaran uang yang tadinya di Kota Madiun akan berpindah ke Kabupaten Madiun, apalagi ini untuk kargo,” jelasnya.
Selain itu, keberadaan stasiun kargo diyakini akan menarik masuknya berbagai perusahaan ke wilayah Kabupaten Madiun, yang secara langsung akan meningkatkan penerimaan pajak daerah.
“Kedua, nanti kalau sudah pindah otomatis banyak perusahaan yang akan ke Kabupaten Madiun, pajaknya masuk ke kami. Dan setiap barang yang masuk akan ada bea, dan bea yang masuk ke bea cukai, bagi hasil ke kita juga akan meningkat,” pungkas Bupati Madiun. (Tim/Red)
Editor: Redaksi