-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark

●SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN - 1447 HIJRIAH●

BGN Hentikan 47 Dapur MBG, Temuan Menu Tak Layak Picu Evaluasi Nasional

Nanik S Deyang saat sidak di salah satu SPPG di Ponorogo. (Foto: Arsip)
GARDAJATIM.COM
: Temuan berulang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah ini disebut sebagai bagian dari evaluasi nasional untuk memastikan program pemenuhan gizi anak berjalan sesuai standar dan tidak mengorbankan aspek keamanan pangan.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengatakan penghentian dilakukan setelah proses verifikasi lapangan dan laporan berjenjang dari tim pengawasan wilayah.

“Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” kata Nanik dilansir dari Kompas.com, Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurut dia, evaluasi tidak hanya menyasar kualitas produk makanan, tetapi juga manajemen dapur, tata kelola distribusi bahan baku, hingga prosedur kontrol kualitas. Dalam beberapa kasus, makanan yang terindikasi tidak layak telah ditarik sebelum dikonsumsi siswa.

Program MBG, lanjut Nanik, menyangkut kesehatan anak-anak sekaligus kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi yang aman.

Karena itu, BGN menjatuhkan sanksi administratif kepada pengelola SPPG sebagai bentuk penegakan standar dan pembelajaran sistemik.

BGN menegaskan penghentian operasional bersifat sementara. SPPG yang disuspend dapat kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan dinyatakan lolos verifikasi ulang.

“Kami ingin memastikan kualitas benar-benar terjaga sebelum layanan dibuka kembali,” ujar Nanik.

Langkah ini sekaligus menjadi momentum pembenahan dalam pelaksanaan MBG yang kini menjangkau berbagai daerah.

BGN memastikan pengawasan akan diperketat serta hasil evaluasi akan disampaikan secara berkala guna menjaga transparansi dan kepercayaan publik. (Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar