-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Kecelakaan di JPL 105 Saradan–Bagor, KAI Daop 7 Bergerak Cepat Pulihkan Perjalanan KA

Kecelakaan di JPL 105 Saradan–Bagor sempat hentikan 5 KA, KAI Daop 7 bergerak cepat pulihkan perjalanan.(Ist.)
GARDAJATIM.COM Perjalanan lima kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun sempat terhenti akibat kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang JPL 105 Km 128+630 petak jalan Saradan–Bagor, Rabu (25/2/2026) pukul 03.07 WIB.

Insiden terjadi saat petugas JPL 105 sedang menutup pintu perlintasan untuk mengamankan perjalanan KA 246B Majapahit. 

Sebuah dump truk yang telah berhenti di depan perlintasan tertabrak truk tronton dari arah belakang. 

Benturan tersebut membuat kedua kendaraan menghalangi jalur rel.

Akibat jalur tertutup kendaraan, perjalanan KA Majapahit dihentikan sementara di Km 129+8. 

KAI bersama petugas di lapangan dan pihak terkait segera melakukan penanganan agar lintasan dapat kembali dilalui.

Jalur hilir kembali dapat dilewati kereta api pada pukul 04.10 WIB. 

Sementara proses evakuasi dump truk di jalur hulu selesai pada pukul 05.42 WIB. 

Setelah kendaraan berhasil dipindahkan, perjalanan kereta api kembali berjalan dengan kecepatan normal.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyayangkan terjadinya kecelakaan tersebut karena berdampak pada operasional perjalanan.

“KAI sangat menyayangkan terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang berdampak pada terganggunya perjalanan kereta api. Perlintasan sebidang merupakan titik rawan yang membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan,” ujar Tohari.

Kejadian ini berdampak pada lima kereta api, yakni KA Majapahit, KA Malabar, KA Gajayana, KA Jayakarta, dan KA Mutiara Selatan, dengan total keterlambatan mencapai 428 menit.

Selain gangguan perjalanan, fasilitas perlintasan berupa palang pintu mengalami kerusakan. .

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan para pengguna jalan agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat akan melintasi perlintasan sebidang JPL 105 selama proses perbaikan berlangsung. Pastikan kondisi aman dan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum menyeberang,” jelas Tohari.

KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan yang terjadi.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat keterlambatan beberapa perjalanan kereta api. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meminimalkan dampak gangguan operasional,” tambahnya.

KAI kembali mengingatkan bahwa perjalanan kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang. 

Pengguna jalan diminta berhenti saat sinyal peringatan berbunyi atau palang pintu ditutup dan tidak memaksakan diri menerobos perlintasan. (Hms/Mah)


Editor: Redaksi


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar