-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark

●SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN - 1447 HIJRIAH●

Menjaga Marwah Organisasi: Humas PSHT dan JTI Satukan Langkah di Bulan Ramadan

Humas PSHT Pusat Madiun dan Jurnalis Terate Indonesia (JTI) menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di Kota Madiun. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM
: Momentum Ramadan dimanfaatkan Humas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun bersama Jurnalis Terate Indonesia (JTI) untuk menyatukan langkah menjaga marwah organisasi melalui penguatan sinergi komunikasi dan pemberitaan.

Silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Sabtu, 28 Februari 2026, menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi atas tata kelola informasi di lingkungan organisasi.

Pertemuan berlangsung hangat di sebuah kafe di kawasan Kartoharjo, Kota Madiun. Jajaran humas dan anggota JTI duduk satu meja, membahas arah komunikasi organisasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Diskusi mengerucut pada pentingnya akurasi, kecepatan, serta tanggung jawab dalam setiap publikasi kegiatan PSHT.

Agenda ini juga menjadi tindak lanjut pascakegiatan parluh yang sebelumnya digelar pada 6–8 Februari 2026 di Padepokan SH Terate Pusat, Jalan Merak, Kota Madiun. 

Evaluasi internal tersebut dinilai perlu diiringi dengan penyelarasan strategi komunikasi agar setiap aktivitas organisasi terdokumentasi dengan baik dan tersampaikan secara proporsional kepada publik.

Ketua JTI, Agus Cahyono, menegaskan bahwa kolaborasi antara humas dan jurnalis terate bukan sekadar teknis pemberitaan, melainkan bagian dari upaya menjaga citra dan kredibilitas organisasi.

Menurut dia, era digital menuntut keseimbangan antara kecepatan dan ketepatan informasi.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap informasi kegiatan SH Terate tersampaikan secara akurat, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Humas PSHT Pusat, Siti Supriyandini, menyampaikan bahwa suasana Ramadan memberi ruang kontemplasi untuk memperkuat nilai persaudaraan dan tanggung jawab moral dalam setiap peran organisasi.

Ia berharap sinergi yang terbangun tidak berhenti pada forum silaturahmi, tetapi berlanjut dalam praktik komunikasi sehari-hari.

“Silaturahmi ini bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi juga tentang komitmen menjaga nilai-nilai luhur organisasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, JTI juga memperoleh penguatan struktural melalui penunjukan Kangmas Sudjarwo sebagai penasehat.

Peran ini diharapkan memberi arah strategis bagi pengembangan organisasi, khususnya dalam membangun sistem pemberitaan yang profesional dan berkelanjutan.

Bagi PSHT, pengelolaan informasi bukan sekadar soal publikasi kegiatan. Ia menjadi bagian dari upaya menjaga filosofi “Memayu Hayuning Bawono” menciptakan kedamaian dan memperindah kehidupan bersama.

Di tengah dinamika organisasi besar dengan jaringan nasional, tata kelola komunikasi yang solid dinilai menjadi kunci menjaga marwah dan kepercayaan publik.

Ramadan tahun ini, dengan demikian, tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ruang konsolidasi komunikasi, sebuah ikhtiar agar setiap langkah organisasi tetap terarah, transparan, dan bertanggung jawab. (JTI/Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar