Sepekan Jelang Ramadhan, Permintaan Beras SPHP Meningkat, Bulog Pastikan Stok Aman
GARDAJATIM.COM: Sepekan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, permintaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Kabupaten Madiun mengalami peningkatan. 
Sepekan jelang Ramadhan, permintaan beras SPHP di Madiun naik 100–200 ton per hari, Bulog pastikan stok aman. (Mah)
Meski demikian, Perum Bulog Kantor Cabang Madiun memastikan harga tetap stabil dan stok pangan aman hingga Lebaran.
Sebelumnya, Selasa (10/2/2026), Bulog bersama Satgas Pangan Polres Madiun melakukan inspeksi mendadak dan monitoring harga di Pasar Sayur Caruban untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang bulan puasa.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, Kamis (12/2/2026), menyampaikan bahwa hasil monitoring menunjukkan harga beras dan Minyakita relatif aman.
“Untuk harga relatif aman, tidak ada kenaikan yang signifikan. Hasil monitoring bersama Satgas Pangan juga menunjukkan kondisi pasar masih terkendali,” ujarnya.
Namun dari sisi distribusi, permintaan beras SPHP mengalami peningkatan dengan pesanan harian berkisar antara 100 hingga 200 ton.
Ia memprediksi tren kenaikan tersebut akan kembali terjadi saat mendekati Idulfitri.
“Permintaan beras SPHP mengalami peningkatan dengan pesanan harian berkisar 100 sampai 200 ton. Biasanya mendekati Lebaran ada kenaikan lagi, tetapi itu sudah kami antisipasi,” jelasnya.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog mencapai sekitar 58 ribu ton, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan.
Sementara stok Minyakita di gudang Bulog tercatat sekitar 500 ribu liter.
“Stok beras kami sekitar 58 ribu ton dan Minyakita kurang lebih 500 ribu liter. Dengan jumlah tersebut, kami pastikan kebutuhan selama Ramadhan hingga Lebaran sangat mencukupi,” tegas Agung.
Di Kabupaten Madiun, Minyakita telah terdistribusi sekitar 121.380 liter.
Sedangkan beras SPHP pada Januari dan Februari 2026 telah tersalurkan sebanyak 1.325 ton.
Bulog bersama Satgas Pangan berkomitmen terus memantau distribusi di seluruh pasar dan gudang guna mencegah praktik penimbunan serta menjaga stabilitas harga.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena stok tersedia, serta meminta pedagang menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni beras SPHP Rp12.500 per kilogram dan Minyakita Rp15.700 per liter.
“Kami mengingatkan seluruh mitra dan pedagang agar menjual sesuai HET. Jika sampai ditemukan menjual di atas HET, maka kerja sama dengan Bulog bisa kami cabut sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (@Mah)
Editor: Redaksi