![]() |
| Warga binaan Rutan Ponorogo merawat tanaman di area brandgang. |
GARDAJATIM.COM: Di balik tembok tinggi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Ponorogo, aktivitas tak selalu identik dengan keterbatasan. Pada Senin (30/3), suasana berbeda tampak di area brandgang rutan.
Sejumlah warga binaan tampak sibuk menyiram, memupuk, hingga memeriksa kondisi tanaman yang tumbuh rapi di lahan terbatas tersebut.
Kegiatan perawatan tanaman ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan pihak rutan.
Tak sekadar rutinitas, aktivitas ini dirancang sebagai sarana pembelajaran praktis yang memberi bekal keterampilan bagi warga binaan, khususnya di bidang pertanian.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari penyiraman hingga pemantauan pertumbuhan tanaman.
Mereka juga mendapat pendampingan dari petugas serta peserta magang yang turut memberikan arahan teknis, mulai dari cara merawat tanaman yang baik hingga menjaga keberlanjutan hasil tanam.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga harus mampu membekali keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan pertanian seperti ini, kami berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama,” ujarnya.
Lebih dari sekadar menanam dan merawat, kegiatan ini juga menjadi medium untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
Di tengah keterbatasan ruang gerak, warga binaan diajak untuk tetap produktif dan melihat masa depan dengan lebih optimistis.
Program berkebun yang rutin dilaksanakan ini diharapkan mampu memberikan hasil nyata, baik dari sisi produksi maupun pembinaan mental.
Selain berpotensi mendukung kebutuhan internal rutan secara mandiri, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa proses pembinaan dapat berjalan secara humanis dan berkelanjutan. Dari lahan sederhana di balik jeruji, harapan itu tumbuh perlahan, namun pasti. (Hms/Red)
