Festival Balon Udara Ponorogo Tuai Keluhan Warga

Festival Balon Udara Ponorogo. (Foto: Istimewa)

GARDAJATIM.COM:
Pelaksanaan Festival Balon Udara di Ponorogo dalam rangka memeriahkan Idul Fitri 1447 Hijriah menuai sejumlah keluhan dari masyarakat, Minggu (29/3/2026).

Harapan pengunjung untuk menyaksikan puluhan balon udara menghiasi langit harus pupus lantaran sebagian besar balon gagal terbang.

Dari puluhan balon yang telah dipersiapkan, hanya satu hingga dua balon yang sempat mengudara. Itupun dalam kondisi tidak stabil, miring, bahkan lepas kendali. Beberapa balon lainnya dilaporkan mengalami insiden, termasuk terbakar saat proses penerbangan.

Salah satu pengunjung, Gianto, warga Karanganyar, Ngrupit, Jenangan, mengaku kecewa karena tidak dapat menyaksikan balon udara terbang sebagaimana yang diharapkan.

“Saya datang sejak pukul 06.30 sampai sekitar jam 9 pagi, tapi tidak melihat balon yang benar-benar sukses terbang. Ada satu yang sempat naik, tapi kemudian lepas,” ujarnya.

Menurutnya, faktor cuaca berupa angin kencang serta persiapan yang kurang matang menjadi penyebab utama kegagalan tersebut.

Selain itu, insiden balon terbakar sempat mengenai balon lain yang masih dalam tahap persiapan untuk diterbangkan. Hal ini menambah kekhawatiran sekaligus kekecewaan para pengunjung.

Arus lalu lintas di Jalan Niken Gandini tersendat saat Festival Balon Udara.

Meski tetap menyedot perhatian masyarakat, pelaksanaan festival ini menuai berbagai kritik. Warga menilai penyelenggaraan acara kurang optimal, mulai dari aspek teknis penerbangan balon, kesiapan panitia dalam mengantisipasi lalu lintas di sekitar lokasi, hingga pengaturan durasi penerbangan.

Akibatnya, sejumlah pengunjung mengaku waktu mereka banyak terbuang di perjalanan karena kemacetan, dan saat tiba di lokasi, rangkaian utama acara telah usai.

Diketahui, Festival Balon Udara Ponorogo tahun ini diikuti oleh 44 balon dari Ponorogo dan 20 balon dari Wonosobo, Jawa Tengah. Balon-balon tersebut menggunakan metode pengapian dari tempurung kelapa untuk dapat mengudara.

Selain atraksi balon, panitia juga menghadirkan hiburan lain seperti reyog obyog dan pertunjukan musik untuk menghibur pengunjung.

Namun demikian, kegagalan balon udara untuk terbang optimal membuat festival yang digadang-gadang menjadi daya tarik wisata ini justru meninggalkan catatan kurang memuaskan bagi masyarakat. (Tim/Red)
Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Festival Balon Udara Ponorogo Tuai Keluhan Warga
  • Festival Balon Udara Ponorogo Tuai Keluhan Warga
  • Festival Balon Udara Ponorogo Tuai Keluhan Warga
  • Festival Balon Udara Ponorogo Tuai Keluhan Warga
  • Festival Balon Udara Ponorogo Tuai Keluhan Warga
  • Festival Balon Udara Ponorogo Tuai Keluhan Warga
Posting Komentar