-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark

●SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN - 1447 HIJRIAH●

Israel Umumkan Khamenei Tewas, Iran Sebut Itu Perang Psikologis

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: BBC)
GARDAJATIM.COM
: Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Israel mengklaim telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara yang dilancarkan pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Klaim tersebut disampaikan oleh pejabat Israel dan dikutip sejumlah media internasional yang melaporkan adanya indikasi kuat bahwa Khamenei telah gugur hari itu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan ada “banyak tanda” yang menunjukkan Khamenei tidak lagi hidup pascainsiden tersebut.

Sumber di Tel Aviv yang berbicara kepada kantor berita luar negeri juga menyebut bahwa Israel telah memperoleh foto yang diduga jenazah Khamenei, meski pengumuman resmi masih disiapkan.

Namun pernyataan itu langsung mendapat bantahan keras dari pihak Iran. Juru bicara yang mewakili Kantor Pemimpin Tertinggi menyebut klaim Israel sebagai “perang psikologis” yang dimaksudkan untuk menekan moral dan menciptakan kekacauan informasi. Ia menegaskan Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian “aman dan sehat.”

Sebelumnya, pejabat Iran lainnya seperti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa sejauh yang mereka ketahui, Khamenei masih hidup dan seluruh struktur pemerintahan tetap utuh, walau kompleks kepemimpinan mengalami kerusakan dalam serangan itu.

Insiden ini terjadi di tengah serangan militer skala besar oleh Israel dan sekutunya yang disebut telah menargetkan struktur komando serta fasilitas strategis Iran.

Laporan media luar negeri menyebut serangan gabungan itu merupakan bagian dari operasi ofensif yang lebih luas, dan bahwa dampaknya telah memicu gelombang balasan dari pihak Iran di berbagai titik di kawasan.

Sampai saat ini, belum ada konsensus independen dari sumber internasional yang memastikan status terakhir Khamenei secara definitif.

Ketidakjelasan informasi dan saling klaim antara kedua belah pihak mencerminkan kompleksitas perang informasi yang ikut berjalan bersamaan dengan konflik militer di lapangan. Respons resmi Teheran dan reaksi diplomatik dunia terus menjadi sorotan global. (Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar