![]() |
| Momen penganugerahan gelar bangsawan kepada Eko Mulyadi yang didampingi sang istri oleh Pakoe Boewono XIII di kediaman Sinuhun di Sasana Nalendra, Surakarta. (Foto: Fajar Setiawan) |
Ia dianugerahi gelar bangsawan oleh Raja Pakoe Boewono XIII sebagai bentuk penghargaan atas kiprahnya membangun desa.
Penganugerahan gelar tersebut berlangsung di kediaman Sinuhun di Sasana Nalendra, Surakarta, pada 27 November 2023.
Dalam prosesi itu, Eko Mulyadi menerima gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Eko Mulyadi Darmodipuro yang diberikan langsung oleh Pakoe Boewono XIII bersama permaisuri GKR Pakoe Boewono.
Selain Eko Mulyadi, sejumlah tokoh turut menerima gelar kehormatan pada kesempatan tersebut. Di antaranya Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya yang hadir bersama suaminya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur Moh. Ali Kuncoro, serta Kepala Lapas Pemuda Madiun Ardian Nova Christiawan beserta istri. Beberapa pelestari budaya dan awak media juga termasuk dalam daftar penerima kekancingan.
Eko Mulyadi mengatakan, kesempatan bertemu langsung dengan Sinuhun menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai kehormatan sekaligus amanah untuk terus mengabdi kepada masyarakat.
“Ini menjadi kehormatan bagi kami sebagai anak desa yang mendapat kesempatan bertemu dan menerima penghargaan secara langsung dari beliau Sinuhun Pakoe Boewono XIII. Ini menjadi spirit bagi kami untuk terus merawat nilai-nilai budaya kraton,” ujarnya mengenang momen tersebut.
Penghargaan dari kraton tidak berhenti pada gelar KRT. Pada 26 Juni 2025, Eko Mulyadi kembali mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) yang juga diberikan langsung oleh Sinuhun PB XIII.
Kerabat Kraton Surakarta, KP Hari Andri Winarso Wartonagoro, mengatakan Eko Mulyadi dinilai layak menerima gelar langsung dari raja.
Menurut dia, Sinuhun melihat Eko sebagai kepala desa muda yang memiliki dedikasi serta prestasi dalam memimpin dan membangun desanya.
“Sinuhun dan Prameswari Dalem memandang Bapak Eko Mulyadi sebagai kepala desa yang berprestasi, meskipun usianya masih tergolong muda,” kata Hari.
Bagi Eko Mulyadi, gelar bangsawan dari kraton bukan sekadar simbol kehormatan. Ia menyebutnya sebagai pengingat untuk terus menjaga nilai budaya Jawa sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat Desa Karangpatihan. (Red)

