-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Modus Terapi Kesehatan, Empat Orang Gasak Uang dan Emas Milik Warga Sukorejo Ponorogo

Foto: Ilustrasi
GARDAJATIM.COM: Empat orang tak dikenal diduga melakukan pencurian dengan modus menawarkan terapi kesehatan di rumah warga Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.

Akibat kejadian tersebut, pasangan suami istri Mistun dan Bonari kehilangan uang tunai Rp10 juta serta perhiasan emas seberat 33 gram.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 5 Maret 2026 siang. Para pelaku yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan mendatangi rumah korban dengan dalih memberikan terapi kesehatan.

Dilansir dari Gemasuryafm.com, Kepala Desa Kalimalang, Riyadi, mengatakan ia mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari anak korban pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Saat itu ia tengah melaksanakan safari Ramadan di sejumlah masjid dan musala di desa setempat.

“Awalnya saya mendapat laporan dari anaknya saat saya sedang safari Ramadan. Saat itu juga saya menyampaikan imbauan kepada warga agar berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, salah satunya yang menyaru sebagai terapis kesehatan,” kata Riyadi.

Menurut Riyadi, kasus itu terungkap setelah korban menceritakan kepada anaknya bahwa dirinya baru saja menjalani terapi kesehatan di rumah. Namun sang anak merasa janggal karena orang tuanya tidak sedang menjalani terapi apa pun.

Karena curiga, anak korban kemudian mendatangi rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 200 meter. Saat memeriksa kondisi rumah, ia menemukan pintu lemari dalam keadaan rusak diduga dicongkel menggunakan gunting.

“Setelah dicek, uang tunai sekitar Rp10 juta dan perhiasan emas seberat 33 gram milik korban sudah tidak ada,” ujarnya.

Dari keterangan korban, para pelaku berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan logat Sunda. Mereka mengetuk pintu rumah dan menawarkan terapi kesehatan kepada korban.

Karena tidak menaruh curiga, korban mempersilakan mereka masuk. Bonari kemudian menjalani terapi dengan ditempeli semacam koyo di bagian kaki. Sementara salah satu perempuan meminta Mistun mengantarnya ke kamar mandi.

Sekitar 45 menit kemudian, keempat orang tersebut berpamitan meninggalkan rumah korban. Mereka diduga pergi menggunakan mobil jenis Avanza berwarna silver dengan pelat nomor polisi berawalan huruf B.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar kasus pencurian tersebut dapat ditindaklanjuti.

Pemerintah desa pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap orang asing yang datang menawarkan jasa tertentu, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri ketika aktivitas masyarakat meningkat. (Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar