![]() |
| Alumni lintas angkatan berfoto bersama di halaman SMA Negeri Punung, Pacitan. (Foto: Amin Subakti) |
GARDAJATIM.COM: Ratusan alumni SMA Negeri Punung dari berbagai angkatan, mulai lulusan 1987 hingga 2025, berkumpul dalam “Reuni Akbar Jilid 2 Lintang SMANPU” pada Senin, 23 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kembali relasi antaralumni sekaligus menguatkan kontribusi mereka bagi almamater.
Sejak pagi, area sekolah dipadati peserta yang mengikuti registrasi dan dilanjutkan dengan rangkaian seremoni.
Kepala sekolah SMA Negri Punung, Agus Zamroni, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran alumni dalam mendukung kemajuan sekolah.
Memasuki siang, suasana berubah menjadi lebih cair melalui pertunjukan budaya Langen Beksan Tayub.
Kegiatan ini melibatkan sembilan paguyuban, termasuk siswa aktif dan komunitas seni bentukan alumni.
Para guru, baik yang masih aktif maupun purna tugas, hadir menyaksikan pertunjukan yang berlangsung hingga sore hari.
Ketua Umum Lintang SMANPU, Suyatno Abdullah, menyebut reuni ini sebagai ruang kolaborasi antarangkatan.
"Dengan adanya organisasi alumni ini diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan potensi lintas generasi untuk memberi manfaat bagi sekolah dan masyarakat," tegasnya.
![]() |
| Penampilan Langen Beksan Tayub. |
Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Sutrisna. Menurut dia, tantangan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah menyatukan visi dari puluhan angkatan.
“Konsep acara dirancang untuk memadukan nuansa formal dan hiburan rakyat agar semua alumni merasa terlibat,” ujarnya.
Pelaksanaan acara juga didukung berbagai unsur kesiswaan dan organisasi kepemudaan. Siswa dari OSIS, Pramuka, hingga anggota Saka Bhayangkara Polsek Punung turut membantu pengaturan tamu, keamanan, dan kelancaran kegiatan.
Hiburan campursari dan Tayub menjadi daya tarik utama yang mempertemukan alumni lintas usia dalam suasana akrab.
Mereka tampak berbaur, menari bersama mengikuti alunan musik tradisional, menghadirkan ruang interaksi yang melampaui perbedaan generasi. Bagi siswa aktif, momen ini sekaligus menjadi pengenalan terhadap kesenian lokal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama per angkatan. Reuni ini menegaskan bahwa ikatan alumni tetap terjaga, sekaligus menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat menjadi medium memperkuat kebersamaan. (AS)
Editor: Redaksi

