Sholawat Menggema di Pondok Tremas, Bupati Pacitan Berbuka Bersama 586 Santri ‘Naun'

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menghadiri puasa bersama ratusan santri yang menjalani tradisi naun di Perguruan Islam Pondok Tremas. (Foto: Istimewa)

GARDAJATIM.COM:
 Lantunan sholawat menggema dari kompleks asrama santri Al Mannan di Perguruan Islam Pondok Tremas, Senin (16/3). Ratusan santri melantunkan setiap bait kitab Al Barzanji menjelang waktu berbuka puasa, mengiringi kebersamaan dengan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji yang hadir berbuka bersama 586 santri yang menjalani tradisi “Naun”.

Suasana khidmat terasa ketika para santri melafadzkan sholawat secara berjamaah. Mahalul qiyam yang dilantunkan bersama para jamaah semakin menambah kekhusyukan senja Ramadan di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Bupati Pacitan tampak mengikuti rangkaian kegiatan bersama para masyayikh pondok. Turut hadir pengasuh Pondok Tremas, K.H. Lukman Harist Dimyati atau Gus Lukman, serta K.H. Muadz Harist Dimyati (Gus Muadz).

Hadir pula Kapolres Pacitan Ayub Diponegoro Azhar, Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP), staf ahli bupati, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta unsur Forkopimca Kecamatan Arjosari.

Tradisi “Naun” sendiri merupakan kebiasaan santri yang memilih tetap tinggal di pondok selama masa libur Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Para santri tersebut tetap mengikuti kegiatan belajar dan memperdalam ibadah meski mendapatkan kesempatan pulang ke kampung halaman.

Tahun ini tercatat sebanyak 586 santri mengikuti tradisi tersebut, terdiri dari 329 santri putra dan 257 santri putri.

Indrata Nur Bayuaji mengatakan, kegiatan berbuka bersama tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus apresiasi kepada para santri yang tetap menuntut ilmu di tengah momentum Ramadan.

“Tradisi naun ini menunjukkan semangat luar biasa para santri untuk tetap menuntut ilmu dan memperdalam agama. Pemerintah daerah tentu memberikan dukungan dan apresiasi atas ketekunan para santri di Pondok Tremas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah dengan kalangan pesantren dan masyarakat.

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan. Kami ingin hadir dan berbagi kebahagiaan bersama para santri yang tetap istiqomah belajar di pondok,” tambahnya.

Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan mauidloh hasanah yang disampaikan pengasuh pondok kepada para santri dan jamaah yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pacitan juga menyerahkan tali kasih berupa sarung kepada para santri sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada mereka yang tetap menimba ilmu di pondok selama Ramadan. (Acr)


Sumber: Prokopim Pacitan
Editor: Redaksi
Baca Juga
Berita Terbaru
  • Sholawat Menggema di Pondok Tremas, Bupati Pacitan Berbuka Bersama 586 Santri ‘Naun'
  • Sholawat Menggema di Pondok Tremas, Bupati Pacitan Berbuka Bersama 586 Santri ‘Naun'
  • Sholawat Menggema di Pondok Tremas, Bupati Pacitan Berbuka Bersama 586 Santri ‘Naun'
  • Sholawat Menggema di Pondok Tremas, Bupati Pacitan Berbuka Bersama 586 Santri ‘Naun'
  • Sholawat Menggema di Pondok Tremas, Bupati Pacitan Berbuka Bersama 586 Santri ‘Naun'
  • Sholawat Menggema di Pondok Tremas, Bupati Pacitan Berbuka Bersama 586 Santri ‘Naun'
Posting Komentar
Tutup Iklan