-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark

●SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN - 1447 HIJRIAH●

SPPG Ngrayun Klarifikasi Polemik Bandeng Presto MBG, Akui Kesalahan dan Siap Ganti Menu

Petugas dapur SPPG Ngrayun melakukan pengemasan menu ikan bandeng presto. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM:
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik menu bandeng presto dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai diperbincangkan masyarakat beberapa hari terakhir.

Melalui pernyataan resmi, pihak SPPG Ngrayun menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat menu tersebut. Mereka mengakui insiden itu terjadi sepenuhnya karena kekeliruan dari pihak pengelola dapur.

“Kami mohon maaf atas segala kegaduhan yang terjadi. Semua murni terjadi atas kesalahan kami,” kata Kepala SPPG Ngrayun, Makruf Setiawan, dalam keterangan resminya pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Polemik itu mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang menampilkan menu MBG yang diterima siswa SMA di Kecamatan Ngrayun berupa bandeng yang disebut-sebut terdapat belatung. Unggahan tersebut memancing reaksi luas dari warganet.

Makruf menjelaskan, menu bandeng presto yang dibagikan kepada penerima manfaat tidak diproduksi langsung di dapur MBG.

Bandeng tersebut dibeli dari pemasok (supplier), kemudian dilakukan proses pengemasan ulang dengan metode vakum di dapur sebelum didistribusikan.

Menurut pihak pengelola, jenis ikan yang digunakan merupakan bandeng presto tulang lunak. 

Karena itu, teksturnya cenderung lembek dan memiliki aroma amis yang memang menjadi ciri khas bandeng, serta umumnya masih membutuhkan pengolahan lanjutan sebelum dikonsumsi.

Meski demikian, Makruf memastikan proses pengemasan hingga distribusi telah dilakukan sesuai standar keamanan pangan.

Seluruh petugas disebut menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap selama proses packing dan penyaluran makanan.

“Kami memastikan proses packing dan distribusi sudah dilaksanakan sesuai standar keamanan pangan dengan mengenakan APD lengkap,” jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Ngrayun berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dapur agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Selain itu, pihak pengelola juga akan mengganti menu bandeng presto yang dinilai kurang layak dengan menu lain.

Menu pengganti tersebut rencananya akan dikirim bersamaan dengan distribusi makanan pada hari Senin mendatang.

Makruf menegaskan, penggantian menu tersebut tidak akan mengambil dari anggaran program MBG.

Seluruh biaya penggantian sepenuhnya ditanggung oleh mitra penyedia makanan.

“Kami berkomitmen memperbaiki manajemen dapur dan sebagai bentuk tanggung jawab akan memberikan pengganti menu. Penggantian ini tidak mengambil dari anggaran MBG, sepenuhnya ditanggung oleh mitra,” pungkasnya. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar