Yayasan Para Mitra Indonesia Dorong Layanan Kesehatan Inklusif Bersama Dinkes Kabupaten Madiun

Pertemuan Yayasan Para Mitra Indonesia bersama Dinkes Kabupaten Madiun membahas penguatan layanan kesehatan inklusif bagi penyandang disabilitas. (Foto: Mah)
GARDAJATIM.COM: Yayasan Para Mitra Indonesia menggelar pertemuan membangun kesepakatan layanan kesehatan inklusif bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Kamis (12/3/2026). 

Kegiatan ini diikuti perwakilan Puskesmas, rumah sakit, organisasi penyandang disabilitas, serta sejumlah instansi terkait.

Manager Project I-SEE Yayasan Para Mitra Indonesia, Muhammad Marsudi, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan yang lebih aksesibel bagi penyandang disabilitas, khususnya penyandang disabilitas penglihatan.

Menurutnya, selama ini pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan bersama fasilitas kesehatan untuk mendorong layanan kesehatan yang lebih inklusif bagi masyarakat.

“Selama ini kegiatan yang kami lakukan meliputi upaya promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif dalam mendukung layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas,” ujar Marsudi.

Ia menambahkan bahwa konsep inklusi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas yang ramah disabilitas, tetapi juga menyangkut cara tenaga kesehatan berinteraksi dengan penyandang disabilitas saat memberikan pelayanan.

“Kalau bicara inklusi sebenarnya ada dua hal, yaitu akses fasilitas dan cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, menyambut baik upaya yang dilakukan Yayasan Para Mitra Indonesia dalam mendorong penguatan layanan kesehatan inklusif di Kabupaten Madiun.

Menurutnya, pelayanan kesehatan inklusif merupakan pelayanan yang diberikan secara setara dan merata tanpa adanya perbedaan perlakuan kepada seluruh masyarakat.

“Pelayanan inklusif ini mengandung pengertian pelayanan yang setara dan merata, tanpa ada perbedaan perlakuan dalam melayani semua komponen masyarakat,” ujar dr. Heri.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga membahas penguatan sistem rujukan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas agar pelayanan kesehatan tidak berhenti pada penanganan medis saja, tetapi juga mendukung kemandirian penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari. (@Mah)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Yayasan Para Mitra Indonesia Dorong Layanan Kesehatan Inklusif Bersama Dinkes Kabupaten Madiun
  • Yayasan Para Mitra Indonesia Dorong Layanan Kesehatan Inklusif Bersama Dinkes Kabupaten Madiun
  • Yayasan Para Mitra Indonesia Dorong Layanan Kesehatan Inklusif Bersama Dinkes Kabupaten Madiun
  • Yayasan Para Mitra Indonesia Dorong Layanan Kesehatan Inklusif Bersama Dinkes Kabupaten Madiun
  • Yayasan Para Mitra Indonesia Dorong Layanan Kesehatan Inklusif Bersama Dinkes Kabupaten Madiun
  • Yayasan Para Mitra Indonesia Dorong Layanan Kesehatan Inklusif Bersama Dinkes Kabupaten Madiun
Posting Komentar
Tutup Iklan