-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Di Hadapan Forkopimda, PSHT Ponorogo Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Lewat Silaturahmi

Para undangan saling bersalaman usai mengikuti halal bihalal PSHT di Ponorogo. 
GARDAJATIM.COM:
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo Pusat Madiun menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas daerah melalui penguatan nilai persaudaraan dan silaturahmi.

Penegasan itu disampaikan dalam gelaran halal bihalal yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Ahad (5/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua IPSI Kabupaten Ponorogo Miseri Effendi, serta perwakilan berbagai perguruan pencak silat.

Kehadiran lintas elemen ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam menjaga kondusivitas di Bumi Reog.

Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Moh Komarudin menegaskan, bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat ikatan batin dan memperkokoh persaudaraan, baik di internal organisasi maupun antarperguruan.

“Melalui momentum ini, kita ingin menegaskan bahwa persaudaraan adalah fondasi utama dalam menjaga ketenteraman. Dengan hati yang bersih, kita bisa bersama-sama menjaga Ponorogo tetap aman dan damai,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh warga PSHT untuk menanggalkan ego dan membuka pintu maaf dengan tulus. Menurutnya, sikap saling menghormati menjadi kunci dalam merawat hubungan sosial yang harmonis.

Sementara itu, Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita mengapresiasi peran aktif PSHT dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Ia menilai, organisasi pencak silat seperti PSHT memiliki kontribusi strategis dalam menanamkan nilai kebersamaan dan kedamaian.

“PSHT bukan hanya organisasi bela diri, tetapi juga rumah besar yang menanamkan nilai persaudaraan. Kami berharap peran ini terus dijaga untuk mendukung kondusivitas daerah,” katanya.

Ketua panitia, Agus Setiaji menambahkan, halal bihalal menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh anggota. Ia mengingatkan pentingnya saling memaafkan sebagai langkah awal memperkuat kebersamaan.

“Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Maka di momen ini, mari kita saling memaafkan dengan penuh keikhlasan dan mempererat kembali tali persaudaraan,” ucapnya.

Kegiatan juga diisi dengan tausiyah yang menekankan pentingnya pengendalian diri dan konsistensi dalam berbuat kebaikan sebagai kunci keselamatan hidup.

Melalui kegiatan ini, PSHT Ponorogo menegaskan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi juga pada kejernihan hati dan kokohnya persaudaraan sebagai pondasi menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar