Dokumen Adminduk Diserahkan Langsung kepada Warga dalam Bahana Bersahaja Desa Bancong
![]() |
| Penyerahan dokumen adminduk secara simbolis kepada warga dalam Bahana Bersahaja di Desa Bancong oleh Bupati Madiun. (Foto: Mah) |
Dalam kegiatan tersebut, warga menerima dokumen seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), hingga Kartu Identitas Anak (KIA) secara simbolis.
Penyerahan dilakukan oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi serta Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun.
Selama dua hari pelaksanaan, layanan administrasi kependudukaun menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat.
Warga memadati stan pelayanan sejak pagi untuk mengurus berbagai dokumen, mulai dari perekaman KTP elektronik, perubahan Kartu Keluarga, hingga penerbitan akta kelahiran dan kematian.
Kepala Bidang Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun, Sayoga, mengatakan seluruh layanan adminduk dibuka secara lengkap dan dapat diselesaikan di lokasi.
“Mulai perekaman KTP elektronik, KIA, akta kelahiran, akta kematian, hingga cetak ulang KTP rusak semuanya kami layani di sini. Prosesnya cepat, langsung jadi, dan gratis,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelayanan tersebut merupakan bagian dari program jemput bola bertema Leladi Sesami yang bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat hingga ke desa.
Selain itu, pihaknya juga menghadirkan inovasi “Sarapan Pecel” atau selesai pelayanan sampai di desa, sehingga warga tidak perlu datang ke kantor dinas atau mal pelayanan publik.
“Kalau ada kekurangan berkas, warga tidak perlu bolak-balik jauh. Cukup pulang mengambil lalu kembali ke desa. Pelayanan sekarang sudah kami turunkan sampai desa, biayanya juga gratis,” jelasnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk segera mengurus administrasi kependudukan serta melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Jangan menunggu saat dibutuhkan, selagi mudah seperti sekarang silakan segera dilengkapi,” pesannya.
Antusiasme warga pun terbilang tinggi.
“Pelayanan kami diserbu sejak hari pertama hingga hari kedua, bahkan petugas sempat kewalahan,” ungkapnya.
Ke depan, pelayanan administrasi kependudukan berbasis desa ini akan terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen secara cepat, mudah, dan efisien. (@Mah)
