Halal Bihalal Al Hidayah Golkar Jatim, Atika: Perempuan Kunci Harmoni Keluarga
Fajar Setiawan
... menit baca
![]() |
| Ketua Al Hidayah Golkar Jatim, Atika Banowati, menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam menjaga harmoni keluarga dalam halal bihalal di Surabaya. (Foto: Istimewa) |
Acara yang berlangsung di kantor DPD Golkar Jatim tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus refleksi pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Para pengurus dan anggota Al Hidayah tampak larut dalam suasana hangat, saling bersalaman dan membuka ruang saling memaafkan.
Dalam sambutannya, Atika menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun fondasi keluarga. Menurutnya, keluarga yang harmonis tidak terlepas dari peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, moral, dan sosial di lingkungan rumah tangga.
“Perempuan adalah kunci harmoni keluarga. Dari peran itulah lahir keluarga yang kuat, yang menjadi dasar bagi terbentuknya masyarakat yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, majelis taklim seperti Al Hidayah menjadi wadah penting dalam membentuk karakter perempuan.
"Melalui kegiatan pengajian, nilai kebersamaan, kepedulian, dan spiritualitas terus ditanamkan secara berkelanjutan," imbuhnya.
![]() |
| Pengurus dan anggota Al Hidayah Golkar Jatim mengikuti halal bihalal dengan penuh kehangatan di kantor DPD Golkar Jatim. |
Sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Atika juga menilai bahwa pembangunan masyarakat berawal dari keluarga. Karena itu, perempuan diharapkan mampu menghadirkan suasana rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Menurutnya, halal bihalal tidak sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana memperkuat ikatan sosial dan spiritual.
Dari forum seperti ini, diharapkan lahir energi baru untuk memperkuat peran perempuan, tidak hanya dalam keluarga tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Silaturahmi ini harus terus dijaga. Dari kebersamaan ini kita bangun keluarga harmonis yang berdampak luas bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi bagian dari upaya Al Hidayah dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai penjaga moral dan penggerak harmoni di tengah dinamika zaman. (*)
Sebelumnya
...

