-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Jejak Sugeng Srikandi, Menumbuhkan Usaha Sekaligus Menjaga Amanah

Sugeng Hariyono (Sugeng Srikandi) pemilik CV. Srikandi Listrik. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Jejak Sugeng Srikandi tidak hanya ditandai oleh pertumbuhan usaha yang kian meluas, tetapi juga oleh upaya menjaga amanah sosial yang ia rawat sejak muda.

Di balik ekspansi bisnisnya, tersimpan komitmen panjang untuk tetap berpihak pada mereka yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim.

Sugeng Hariyono yang akrab disapa Sugeng Srikandi menjalankan usahanya bukan sekadar sebagai mesin ekonomi.

Ia menempatkan bisnis sebagai ruang untuk menumbuhkan nilai, sekaligus sarana menunaikan tanggung jawab kemanusiaan.

Di kediamannya, Kamis, 16 April 2026, Sugeng menuturkan perjalanan hidupnya. Ia menyebut, apa yang diraihnya hari ini bukan hasil dari jalan yang mulus. “Semua ada proses. Jatuh, bangkit, jatuh lagi, itu sudah biasa,” ujarnya.

Sejak kecil, ia mengaku telah ditanamkan nilai untuk menyayangi anak yatim. Nilai itu tidak berhenti sebagai ajaran, melainkan menjadi prinsip hidup yang terus ia pegang. 

“Saya memang ditanamkan sejak kecil untuk menyayangi anak yatim. Dan itu saya pegang sejak remaja hingga sekarang, insyaallah sampai akhir hayat,” ujarnya, dengan nada tenang namun penuh keyakinan.

Julukan “bapak anak yatim” yang melekat padanya bukan tanpa sebab. Komitmen itu bukan sekadar ucapan. Dari setiap keuntungan usaha yang ia jalankan, Sugeng secara konsisten menyisihkan sebagian untuk menyantuni ratusan anak yatim.

Tak berhenti pada bantuan sesaat, ia juga mendorong mereka menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi melalui program beasiswa yang ia kelola secara berkelanjutan.

Akar kepedulian itu bermula sejak remaja. Ketika pamannya meninggal dunia, enam anak ditinggalkan dalam kondisi membutuhkan pengasuhan.

Dalam posisi sebagai karyawan PLN dengan penghasilan terbatas, Sugeng memilih membongkar tabungannya untuk membantu mereka bertahan hidup.

Langkah itu menjadi titik balik. Ia mulai memutar otak mencari tambahan penghasilan, hingga akhirnya berjualan rokok untuk warga yang menggelar hajatan. Dari sana, naluri bisnisnya tumbuh perlahan.

Namun ujian kembali datang. Uang Rp24 juta hasil kerja keras selama setahun raib dibawa seorang oknum sales. Berbagai upaya penagihan tak membuahkan hasil. Sugeng dihadapkan pada pilihan: terpuruk atau bangkit. Ia memilih mengikhlaskan.

Setelah itu, ia kembali bekerja memasang instalasi listrik, membangun ulang usahanya dari awal. Ia kemudian menikah dan pada 2002 menunaikan ibadah haji.

Keputusan tersebut sempat dipandang sinis oleh sebagian orang, mengingat kondisi ekonominya saat itu masih sederhana.

Sugeng tidak menanggapi cibiran itu. Ia tetap melangkah.

Sepulang dari haji, usahanya justru melesat. Kepercayaan datang, jaringan meluas, dan peluang terbuka. Hingga kini, sekitar 300 karyawan berada dalam naungan bisnis yang ia rintis dari bawah.

Di balik perkembangan itu, nama “Srikandi” yang melekat pada usahanya menyimpan filosofi tersendiri. Dalam pandangan Sugeng, Srikandi bukan sekadar tokoh pewayangan, melainkan simbol ketangguhan sekaligus kasih sayang.

Ia memaknai nama itu sebagai representasi peran “ibu” bagi anak-anak yatim yang ia asuh.

“Nama Srikandi dalam bisnis agar bisa berkembang seperti seorang perempuan yang melahirkan dan membesarkan,” ujarnya.

Nama Sugeng Hariyono hari ini lekat sebagai pengusaha di balik CV Srikandi Listrik. Usahanya merambah berbagai sektor mulai jasa kelistrikan hingga pertanian dan terbaru menjadi mitra Badan Gizi Nasional melalui program SPPG, penyedia makan bergizi gratis bagi ribuan pelajar.

Bagi Sugeng Srikandi, menjaga amanah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari membangun usaha.

Ia melihat keberhasilan bukan hanya dari besarnya bisnis, tetapi dari seberapa luas manfaat yang bisa dirasakan orang lain.

Jejak hidupnya menunjukkan satu hal: bahwa di tengah pertumbuhan, ada tanggung jawab yang harus tetap dirawat, amanah yang tidak boleh ditinggalkan. (Fjr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar