KAI Daop 7 Madiun Layani 3 Juta Penumpang, Kereta Api Dinilai Efisien dan Rendah Emisi
GARDAJATIM.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat telah melayani sebanyak 3.017.881 pelanggan selama triwulan I tahun 2026. 
Aktivitas penumpang kereta api di wilayah Daop 7 Madiun selama triwulan I 2026. (Foto: Ist.)
Angka ini menunjukkan peran kereta api sebagai moda transportasi massal dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
KAI Daop 7 Madiun menyampaikan optimalisasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang terukur menjadi salah satu upaya meningkatkan efisiensi layanan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari Green Movement Program KAI Group yang berfokus pada keberlanjutan dan penekanan emisi karbon.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa efisiensi kereta api terletak pada kapasitas angkut penumpang yang besar dalam satu perjalanan, sehingga berdampak pada penurunan emisi per individu.
Berdasarkan estimasi, kereta api menghasilkan sekitar 15–40 gram CO2 per penumpang per kilometer.
Angka ini lebih rendah dibandingkan mobil pribadi yang mencapai 120–250 gram CO2 per penumpang per kilometer, serta sepeda motor sekitar 50–90 gram CO2 per penumpang per kilometer.
Dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 3 juta orang dalam tiga bulan pertama 2026, penggunaan kereta api dinilai mampu menekan potensi emisi karbon dibandingkan apabila seluruh penumpang tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
Tohari menambahkan, untuk lima perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun selama triwulan I 2026 atau sebanyak 450 perjalanan, penggunaan kereta api lebih efisien dibandingkan kendaraan pribadi.
Untuk jumlah perjalanan yang sama, dibutuhkan sekitar 2.011.921 perjalanan sepeda motor (R2) atau 1.005.960 perjalanan mobil (R4).
"Kereta api adalah solusi mobilitas massa yang paling tepat di tengah tantangan iklim saat ini. Dengan kapasitas angkut yang besar, BBM subsidi yang kami kelola secara akuntabel mampu memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan," ujar Tohari.
Selain itu, seluruh armada diesel di wilayah Daop 7 Madiun kini telah menggunakan Biosolar B40, yaitu campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel, sebagai bagian dari komitmen mendukung target Net Zero Emission 2060.
"Penggunaan bahan bakar ini tidak hanya menekan konsumsi energi, tetapi juga menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dan lebih mudah terurai secara alami," tambahnya.
KAI Daop 7 Madiun juga mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi publik, khususnya kereta api, untuk perjalanan jarak menengah maupun jauh.
"Kami mengajak masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kereta api. Selain terbebas dari kemacetan dan lebih tepat waktu, masyarakat secara langsung telah berpartisipasi dalam aksi nyata menurunkan polusi udara dan menjaga keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang," tutup Tohari.
KAI memastikan pengelolaan energi dilakukan secara transparan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta didukung skema Public Service Obligation (PSO), sehingga tarif tetap ekonomis tanpa mengurangi kualitas layanan maupun komitmen terhadap kelestarian lingkungan. (Hms/Mah)