Kunjungan Wisata Jatim Melonjak 18 Persen Tembus 5,3 Juta Orang
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Spot warna-warni di Kampung Jodipan Malang, Jawa Timur. (Foto: Jalankebromo.com) |
Data yang dihimpun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur berasal dari laporan kabupaten dan kota di Jawa Timur. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring pergerakan wisatawan yang diperkirakan berlangsung hingga 5 April 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai capaian ini sebagai indikator menguatnya sektor pariwisata di daerahnya.
“Kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif. Ini menjadi sinyal bahwa pariwisata Jawa Timur memiliki banyak destinasi favorit dan daya tarik yang kuat,” ujarnya di Surabaya, Senin, 30 Maret 2026.
Dari total kunjungan tersebut, sekitar 5,3 juta merupakan wisatawan nusantara, sementara sisanya sekitar 14 ribu adalah wisatawan mancanegara.
Tingginya angka kunjungan juga tercermin dari mobilitas wisatawan yang diproyeksikan mencapai 19 juta pergerakan selama periode libur Lebaran.
Menurut Khofifah, lonjakan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi wisata.
Sejumlah destinasi unggulan menjadi magnet utama bagi wisatawan mancanegara, di antaranya Air Terjun Tumpak Sewu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Kawah Ijen.
Selain itu, kawasan wisata tematik seperti Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kesatrian juga diminati wisatawan asing.
Adapun wisatawan domestik cenderung memilih destinasi berbasis alam dan keluarga, seperti Telaga Sarangan, Kebun Binatang Surabaya, Pantai Klayar, serta Simpang Lima Gumul.
“Tren ini menunjukkan bahwa wisata berbasis keluarga dan alam masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama saat momentum Lebaran ketika banyak keluarga berkumpul,” kata Khofifah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, berkomitmen meningkatkan pengawasan dan pengelolaan destinasi wisata, khususnya terkait aspek keselamatan dan mitigasi potensi kebencanaan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
Khofifah optimistis tren pertumbuhan ini akan berlanjut dan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata Jawa Timur secara berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi yang kuat, pariwisata Jawa Timur akan terus tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sumber: Disbudpar Jatim
Editor: Redaksi
Sebelumnya
...

