-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Ratusan Peserta Capaskibraka Ponorogo 2026 Berebut 72 Kursi Pasukan Inti

Peserta Capaskibraka menjalani tahapan seleksi awal di Kabupaten Ponorogo. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM:
Ratusan pelajar di Kabupaten Ponorogo tengah bersaing ketat memperebutkan 72 kursi pasukan inti dalam seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) 2026.

Dari 321 pendaftar awal, jumlah peserta kini menyusut menjadi 231 orang setelah melewati tahapan seleksi awal yang cukup ketat.

Proses seleksi yang digelar tidak sekadar formalitas. Para peserta harus melalui serangkaian tahapan ketat, mulai dari seleksi administrasi, pengetahuan umum, hingga wawasan kebangsaan. Dari tahapan tersebut, sebanyak 229 peserta dinyatakan lolos Tes Intelegensi Umum (TIU).

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama (Iwasbang), Bambang Hemawan mengatakan, seleksi Capaskibraka dirancang untuk menjaring putra-putri terbaik yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh.

“Seleksi Capaskibraka ini bukan sekadar mencari yang paling kuat, tetapi yang paling siap secara mental, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.

Dari ratusan peserta yang masih bertahan, nantinya akan dipilih 72 orang terbaik untuk menjadi pasukan inti Paskibraka Kabupaten Ponorogo 2026.

Mereka akan mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan di tingkat kabupaten.


Tak berhenti di situ, dari 72 peserta terpilih tersebut akan disaring kembali menjadi tiga pasang atau enam orang untuk mewakili Ponorogo di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dari jumlah itu, hanya satu pasang terbaik yang berpeluang melaju hingga ke tingkat nasional.

Komposisi peserta saat ini terdiri dari 119 putra dan 110 putri yang berasal dari 21 sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA di Ponorogo.

Meski jumlah pendaftar tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 328 peserta, panitia menilai angka tersebut masih dalam kategori stabil.

Tahapan seleksi selanjutnya dipastikan lebih ketat. Para peserta akan menghadapi tes kesehatan, tes parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga wawancara mendalam. 

Seluruh rangkaian ini menjadi penentu akhir untuk menyaring 72 peserta terbaik yang dinilai layak mengemban tugas kenegaraan.

Seleksi Capaskibraka tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi muda. Di tengah persaingan yang ketat, nilai disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air menjadi fondasi utama yang terus diuji hingga tahap akhir. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar