Ratusan Warga Madiun Terjerat Investasi Snapboost, Kerugian Berpotensi Mencapai Miliaran Rupiah
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Korban meminta pertanggungjawaban koordinator Snapboost di Jalan Mangkuprajan, Kota Madiun. (Dok. Ist) |
Ratusan warga dilaporkan menjadi korban dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah setelah dana yang ditanamkan tidak bisa ditarik saat jatuh tempo.
Informasi ini mengemuka dari pengakuan sejumlah peserta yang tergabung dalam jaringan Snapboost.
Platform tersebut disebut telah beroperasi di berbagai daerah di Pulau Jawa hingga luar pulau, dengan sistem koordinator wilayah, termasuk di Kota Madiun.
Salah satu korban, Ratih (40), mengaku awalnya hanya mencoba dengan nominal kecil sebelum akhirnya menambah setoran setelah mendatangi kantor Snapboost di Jalan Mangkuprajan, Kota Madiun.
“Saya awalnya cuma coba Rp500 ribu. Setelah datang ke kantor, dan rasanya seperti dihipnotis karena tertarik dijanjikan hadiah motor Scoopy. Akhirnya saya transfer sampai Rp19 juta lewat m-banking dan dimasukkan ke grup. Katanya dalam 40 hari bisa naik, tapi saat jatuh tempo justru tidak bisa ditarik,” ungkap Ratih, Senin (20/04/2026).
Ia mengaku telah berupaya menghubungi pihak yang disebut sebagai koordinator di Madiun untuk meminta kejelasan, namun tidak mendapat respons.
Ratih juga menyebut adanya informasi bahwa laporan terkait dugaan penipuan justru lebih dulu dilayangkan ke Polres Madiun Kota.
“Saya sudah coba hubungi, tapi tidak dibalas. Malah saya dengar yang bersangkutan melaporkan ke Polres Madiun Kota soal penipuan Snapboost,” tambahnya.
Menurut Ratih, jumlah korban di wilayah Madiun diperkirakan mencapai ratusan orang, dengan nilai kerugian yang bervariasi hingga ratusan juta rupiah.
“Kalau di Madiun saja, anggota yang dirugikan kurang lebih ada 280 orang. Bahkan ada juga korban yang rugi sampai Rp150 juta, tapi saya lupa namanya,” jelasnya.
Korban lain, Yanuar, mengaku sempat memperoleh keuntungan di awal sebelum akhirnya aplikasi tidak dapat diakses dan dana yang disetorkan hilang.
“Saya ikut dua bulan, lalu ternyata scam. Istri ikut, teman juga ikut,” tukasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut sebagai koordinator Snapboost di Madiun belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp.
Aparat penegak hukum diharapkan segera menindaklanjuti laporan para korban guna memastikan penanganan kasus dan perlindungan terhadap masyarakat. (@Red)
Sebelumnya
...
