-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Tergiur Reward Kendaraan, Korban SnapBoost di Madiun Bertambah, Polisi Dalami Laporan

Tangkapan layar aplikasi SnapBoost. (Dok. ist.)

GARDAJATIM.COM : Dugaan investasi bodong melalui aplikasi SnapBoost di Kota Madiun kian meluas. Jumlah korban yang melapor dan mengungkap pengalamannya terus bertambah, sementara aparat kepolisian mulai melakukan pendalaman atas laporan masyarakat terkait potensi kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah warga mengaku tergiur skema investasi yang menawarkan imbal hasil berupa kendaraan bermotor. 

Dalam praktiknya, peserta diminta menyetor dana dalam jumlah besar dengan janji memperoleh reward sesuai nominal investasi.

Salah satu korban, Gaguk, mengaku bergabung setelah mendapat informasi dari Setyo yang disebut sebagai koordinator di wilayah Madiun. 

Ia mengatakan, penawaran yang disampaikan mencakup program reward kendaraan bagi anggota.

“Informasi yang saya terima dari Setyo selaku koordinator, di Madiun itu ada 43 unit motor yang akan dijadikan reward untuk para member SnapBoost. Tentunya, untuk mendapatkan itu harus melakukan deposit,” ujar Gaguk, Selasa (21/04/2026).

Tangkapan layar grup WhatsApp SnapBoost Madiun
Menurut dia, nilai deposit yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp16 juta hingga Rp33 juta, tergantung jenis kendaraan yang diinginkan.

Selain sepeda motor, lanjut Gaguk, terdapat pula penawaran reward mobil dalam skema tersebut.

“Bukan hanya motor, ada juga reward mobil sebanyak 4 unit, dengan nilai deposit berkisar antara Rp80 juta hingga Rp150 juta,” tambahnya.

Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan masyarakat terkait dugaan investasi tersebut. Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., melalui Kasi Humas Ipda Aris Yunandi, S.H., menyatakan laporan masih dalam tahap pendalaman.

“Iya, memang ada aduan masyarakat yang masuk ke petugas terkait dugaan investasi bodong tersebut. Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman lebih lanjut atas laporan yang diterima,” jelasnya, Selasa (21/4/2026).

Di tengah proses penanganan, muncul perbedaan sikap di antara para korban. Sebagian korban menilai Setyo hanya sebagai perantara atau leader di daerah, sehingga tidak sepenuhnya bertanggung jawab. 

Namun, sebagian lainnya tetap menuntut pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami.

Gaguk menyebut, struktur dalam jaringan tersebut tidak hanya berada di tingkat lokal. Ia mengungkapkan adanya sosok yang disebut sebagai pimpinan di tingkat atas.

“Setyo ini hanya leader di Madiun, sementara top leader-nya ada di Jakarta, bernama Mira Farhani,” ungkapnya.

Hingga kini, kasus dugaan investasi bodong SnapBoost masih terus bergulir dan menjadi perhatian masyarakat. Kepolisian mengimbau warga untuk berhati-hati terhadap penawaran investasi dengan iming-iming keuntungan atau hadiah tidak wajar, serta segera melapor apabila merasa dirugikan. (@Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar