BRI Edukasi Siswa SD Muhammadiyah 1 Trenggalek, Tanamkan Budaya Menabung dan Transaksi Digital Sejak Dini
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Salah satu siswa menerima suvenir dari BRI Cabang Trenggalek. (Foto: Istimewa) |
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan edukasi menabung dan pengelolaan uang sejak dini dengan pemanfaatan uang elektronik yang digelar di SD Muhammadiyah 1 Trenggalek, Jumat, 6 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut diikuti para siswa dengan antusias. Dalam edukasi tersebut, BRI mengenalkan pentingnya kebiasaan menabung, cara mengatur uang saku secara bijak, hingga pemanfaatan transaksi non tunai yang aman dan praktis di era digital, termasuk penggunaan uang elektronik BRIZZI.
Pemimpin Cabang BRI Trenggalek, Ikhwan Beladdinilma mengatakan, literasi keuangan perlu dikenalkan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan di masa depan.
“Menabung bukan hanya soal menyisihkan uang, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola kebutuhan sejak dini. Melalui edukasi ini, kami ingin anak-anak lebih memahami pentingnya menggunakan uang secara bijak, termasuk mengenal transaksi digital dan uang elektronik dengan aman,” ujar Ikhwan.
Menurutnya, perkembangan teknologi keuangan saat ini membuat generasi muda perlu dibekali pemahaman tentang transaksi digital sejak awal.
Dengan edukasi yang tepat, anak-anak dapat memahami manfaat teknologi keuangan sekaligus menghindari penggunaan yang kurang bijak.
BRI juga mengajak siswa untuk mulai membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku untuk tabungan.
Edukasi literasi keuangan sejak dini dinilai penting untuk membentuk perilaku finansial yang sehat di masa mendatang.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara menarik melalui sesi tanya jawab dan simulasi penggunaan uang elektronik BRIZZI agar lebih mudah dipahami siswa sekolah dasar.
Wali kelas SD Muhammadiyah 1 Trenggalek, Dela Ardella, menyambut positif kegiatan tersebut.
Ia menilai edukasi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa di era digital saat ini, terutama dalam pengenalan transaksi non tunai.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar menabung, tetapi juga praktik langsung penggunaan uang elektronik seperti BRIZZI. Dengan begitu, siswa jadi lebih paham cara bertransaksi secara modern, aman, dan tidak bergantung pada uang tunai,” ujar Dela Ardella.
Ia menambahkan, metode pembelajaran yang disertai praktik langsung membuat siswa lebih cepat memahami materi yang diberikan.
“Anak-anak terlihat antusias saat mencoba menggunakan BRIZZI. Ini menjadi pengalaman baru yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi mereka,” imbuhnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar literasi keuangan siswa semakin meningkat sejak usia dini.
Melalui program edukasi seperti ini, BRI berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat, khususnya bagi generasi muda sebagai calon penerus bangsa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan. (Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
