-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Di Balik Jeruji Rutan Ponorogo, Idul Adha Dirayakan dengan Khusyuk dan Kebersamaan

Suasana Shalat Idul Adha di Rutan Ponorogo berlangsung khidmat. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM:
Suasana Idul Adha 1447 Hijriah terasa berbeda namun tetap penuh makna di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, Rabu (27/5/2026).

Di balik keterbatasan ruang dan status, ratusan warga binaan bersama petugas rutan melaksanakan Shalat Idul Adha secara berjamaah dengan khusyuk dan penuh kebersamaan.

Sejak pagi, gema takbir telah berkumandang dari dalam lingkungan rutan, menyambut datangnya hari raya kurban. Warga binaan mulai memadati lapangan rutan, berbaur dengan jajaran petugas tanpa sekat, menciptakan suasana religius yang hangat dan menyentuh.

Pelaksanaan shalat dimulai sekitar pukul 06.30 WIB di bawah langit pagi yang cerah. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Thohir dari Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) menyampaikan khutbah yang menekankan makna keikhlasan dan pengorbanan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah, termasuk warga binaan, untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum introspeksi diri serta memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Adha ini menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang ditanamkan diharapkan mampu menjadi bekal dalam proses perbaikan diri.

“Idul Adha adalah momentum untuk belajar tentang keikhlasan dan pengorbanan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan tetap dapat merasakan suasana hari besar keagamaan dengan penuh makna,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kehadiran petugas yang ikut beribadah bersama menjadi simbol kebersamaan sekaligus upaya membangun kedekatan emosional antara petugas dan warga binaan.

Usai pelaksanaan shalat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan saling bersalaman antara petugas dan warga binaan sebagai wujud saling memaafkan.

Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh haru, mencerminkan nilai kemanusiaan yang tetap terjaga di balik jeruji.

Rangkaian peringatan Idul Adha di Rutan Ponorogo kemudian dilanjutkan dengan persiapan penyembelihan hewan kurban yang akan dibagikan kepada warga binaan dan masyarakat sekitar.

Melalui perayaan ini, Rutan Ponorogo berupaya menghadirkan suasana Idul Adha yang tidak hanya khidmat, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan harapan akan perubahan yang lebih baik bagi seluruh warga binaan. (Hms/Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar