DPC Garda Satu Ponorogo Apresiasi Langkah Pusat Dorong Percepatan Dapur MBG di Wilayah 3T
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Sekjen Garda Satu, Solihin Pure bersama Kepala BGN, Dadan Hindayana. (Foto: Istimewa) |
Dalam pertemuan tersebut, Solihin Pure menyampaikan aspirasi masyarakat terkait percepatan pembangunan dapur MBG, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Ia menilai pemerataan infrastruktur gizi menjadi kebutuhan mendesak agar program MBG dapat dirasakan hingga pelosok Indonesia.
“Masyarakat sangat berharap dapur MBG segera berdiri di daerah 3T dan wilayah aglomerasi terpencil, mulai dari Jawa Timur, NTB, NTT, hingga Maluku dan Papua,” ujar Solihin.
Selain menyampaikan aspirasi masyarakat, Solihin juga memaparkan rencana kolaborasi strategis bersama investor dan Krakatau Steel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Setelah pembangunan infrastruktur selesai, organisasi tersebut berkomitmen melaksanakan aksi sosial di tiga titik wilayah 3T melalui pembagian school kit bagi pelajar kurang mampu.
Menurut Solihin, Kepala BGN menyambut baik berbagai inisiatif yang disampaikan dan menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pembangunan dapur MBG secara nasional.
“Sekarang yang sudah terdata 8.900 dapur, dan sudah terbangun 1.500 dapur 3T yang akan melayani kurang lebih 3 juta penerima manfaat,” kata Solihin menirukan penjelasan Kepala BGN.
![]() |
| Ketua DPC Garda Satu Ponorogo, Budiono. |
Menanggapi langkah tersebut, Ketua DPC Garda Satu Ponorogo, Budiono menyatakan, apresiasinya terhadap gerak cepat pengurus pusat dalam mendorong pemerataan program MBG di Indonesia.
Ia menilai langkah yang dilakukan Sekjen menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di daerah terpencil dan wilayah yang masih minim akses layanan gizi.
Menurutnya, semangat percepatan pembangunan dapur MBG juga menjadi harapan bagi daerah seperti Ponorogo yang masih membutuhkan pemerataan layanan program, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah pinggiran.
“Kami di daerah tentu sangat mengapresiasi langkah pusat yang aktif memperjuangkan percepatan dapur MBG hingga wilayah 3T. Ini menunjukkan bahwa organisasi hadir untuk membantu masyarakat dan mendukung program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan sampai ke daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPC Ponorogo siap mendukung pelaksanaan program MBG melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pelaku UMKM lokal.
“Program MBG tidak hanya menyentuh kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Karena itu kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk di Ponorogo,” katanya.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. (Fjr)
Sebelumnya
...

