-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Hardiknas 2026, Atika Ajak Warga Jatim Bangun Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

Hj. Atika Banowati, S.H., saat menghadiri acara sosialisasi bersama Gen-Z di Hotel Maesa Ponorogo. (Foto: Arsip Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM:
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Atika Banowati, S.H., mengajak seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur menjadikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momentum memperkuat pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Menurut politikus Partai Golkar itu, pemerataan pendidikan harus menjadi gerakan bersama agar seluruh anak mendapat kesempatan belajar yang sama.

“Atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat, saya mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Sudah saatnya kita bergerak bersama memastikan akses dan kualitas pendidikan dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” kata Atika, Sabtu, 2 Mei 2026.

Mewakili daerah pemilihan Jawa Timur IX yang meliputi Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan, dan Ngawi, Atika menyoroti masih adanya kesenjangan pendidikan, terutama di wilayah pinggiran.

Menurut dia, pemerataan akses pendidikan harus menjadi perhatian utama, baik melalui pembangunan sarana pendidikan maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan teknologi digital.

Namun, transformasi tersebut, kata dia, harus tetap memperhatikan kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya memiliki akses teknologi.

“Transformasi pendidikan harus inklusif. Jangan sampai kemajuan hanya dinikmati sebagian, sementara yang lain tertinggal. Di sinilah peran pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bersinergi,” ujarnya.

Bagi Atika, Hardiknas tidak semata menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi atas berbagai persoalan pendidikan yang masih perlu diselesaikan. 

Ia menyebut tantangan pendidikan saat ini mencakup infrastruktur sekolah, pemerataan akses belajar, hingga kesejahteraan guru.

Dengan mengusung semangat “Partisipasi Semesta”, Atika mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam memajukan pendidikan. Menurut dia, kualitas pendidikan akan menentukan daya saing generasi mendatang.

“Kalau kita ingin masa depan yang lebih baik, maka investasinya harus dimulai dari pendidikan hari ini. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

Peringatan Hardiknas 2026, kata Atika, menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar angka statistik, melainkan harapan agar setiap anak, baik di kota maupun desa, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. (Fjr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar