Khofifah dan Bupati Madiun Tancap Gas Percepatan Tanam Padi di Balerejo
GARDAJATIM.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto turun langsung ke area persawahan Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Jumat (8/5/2026), dalam Gerakan Panen dan Percepatan Tanam Padi untuk mengantisipasi potensi El Nino 2026 sekaligus menjaga produksi pangan di Jawa Timur.
Khofifah bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto memanen padi saat Gerakan Panen dan Percepatan Tanam. (Foto: Mah)
Dalam kegiatan itu, Khofifah bersama Bupati Madiun turun langsung ke area persawahan untuk melakukan penanaman padi menggunakan alat modern rice transplanter.
Selain meninjau proses panen, keduanya juga melihat penggunaan alat dan mesin pertanian modern yang akan digunakan petani di wilayah Balerejo.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni panen, melainkan bagian dari gerakan konkret percepatan tanam agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Kabupaten Madiun sendiri memiliki luas lahan sawah lebih dari 32 ribu hektare dan menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur.
“Kabupaten Madiun berkomitmen tetap menjadi lumbung pangan Jawa Timur. Kami terus mendorong sinergi lintas sektor agar target produksi padi dapat tercapai dengan pengolahan lahan yang lebih efisien,” ujarnya.
Menurut Hari Wuryanto, Kabupaten Madiun pada 2024 dan 2025 masuk enam besar produsen beras terbesar di Jawa Timur dengan produksi mencapai sekitar 480 ribu ton gabah kering giling.
Saat ini harga gabah di tingkat petani juga dinilai cukup baik, yakni mencapai Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram.
Sementara itu, Khofifah menyebut percepatan tanam menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Ia meminta momentum percepatan tanam di Kabupaten Madiun dapat diikuti daerah lain di Jawa Timur, terutama saat ketersediaan air masih mencukupi.
“Kalau ini baru panen, tiga hari kemudian lahannya langsung diolah lagi. Ini langkah percepatan yang sangat baik untuk menjaga produksi pangan,” kata Khofifah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno menambahkan Jawa Timur menargetkan luas tanam padi mencapai 2,43 juta hektare pada 2026.
Salah satu strategi yang dilakukan yakni mempercepat masa tanam di daerah-daerah produktif seperti Kabupaten Madiun.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani di Kabupaten Madiun guna mendukung percepatan pengolahan lahan dan peningkatan produksi padi. (@Mah)