Long March Massal PSHT Kediri, Soliditas Internal hingga Pesan Kamtibmas Menguat
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Ribuan warga dan calon warga PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun bersiap diberangkatkan dalam kegiatan long march. (Foto: Istimewa) |
Kegiatan ini tak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga dimaknai sebagai implementasi ajaran yang menekankan nilai persaudaraan dan budi pekerti.
Sejak pagi, peserta memadati lokasi kegiatan. Mereka berjalan bersama dalam barisan rapi, menunjukkan kekompakan yang menjadi ciri khas organisasi.
Di tengah suasana itu, kegiatan lebih menyerupai konsolidasi internal ketimbang sekadar aktivitas olahraga bersama.
Ketua cabang, Agung Sediana, menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud nyata ajaran “memayu hayuning bawono”, sebuah filosofi yang mengarah pada upaya menjaga harmoni kehidupan.
“Ini bukan hanya kegiatan fisik, tetapi bagian dari pembentukan karakter agar warga PSHT mampu membawa kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agung, ajaran PSHT tidak berhenti pada aspek bela diri. Organisasi, kata dia, menanamkan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial kepada anggotanya.
Dalam konteks itu, long march menjadi medium untuk menegaskan identitas tersebut di ruang publik.
Kehadiran aparat kepolisian turut memberi dimensi lain dalam kegiatan ini. Kepala Kepolisian Resor Kediri, Edi Herwiyanto, mengingatkan peserta agar menjadikan nilai persaudaraan sebagai landasan menjaga ketertiban.
Ia menekankan pentingnya peran anggota organisasi dalam mendukung stabilitas keamanan.
“Warga PSHT harus menjadi bagian dari solusi, bukan sebaliknya. Nilai persatuan dan persaudaraan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Edi dalam sambutannya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi antara organisasi dan aparat keamanan. Di satu sisi, PSHT menunjukkan soliditas internalnya; di sisi lain, aparat mendorong agar kekuatan massa tersebut tetap berada dalam koridor ketertiban.
Di mata publik, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya membangun citra positif organisasi. Ribuan peserta yang berjalan tertib dan kompak memberi pesan bahwa PSHT berupaya menampilkan wajah yang damai dan berorientasi pada nilai sosial.
Momentum ini memperlihatkan bagaimana organisasi berbasis massa seperti PSHT mengelola dua kepentingan sekaligus: memperkuat loyalitas internal dan merawat kepercayaan publik.
Long march di Kediri, dengan demikian, bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan arah gerak organisasi di tengah masyarakat. (Jti/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
