-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Mengapa Obat yang Sama Bisa Memberikan Hasil Berbeda? Ini Penjelasannya

Variasi genetik membuat efektivitas obat, dosis, hingga risiko efek samping dapat berbeda pada setiap orang. (Dok. Prodia)
GARDAJATIM.COM : Banyak orang mengira obat akan memberikan hasil yang sama pada setiap pasien. Padahal, dalam praktiknya, respons tubuh terhadap obat bisa berbeda-beda. 

Ada yang cepat sembuh, ada yang tidak merasakan perubahan, bahkan ada yang mengalami efek samping meski mengonsumsi obat yang sama.

Perbedaan tersebut ternyata tidak selalu disebabkan oleh pola hidup atau tingkat keparahan penyakit. Faktor genetik juga memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana tubuh merespons obat.

Melalui edukasi kesehatan yang disampaikan oleh Prodia, dijelaskan bahwa setiap orang memiliki susunan genetik yang berbeda. 

Variasi genetik inilah yang dapat memengaruhi efektivitas obat, kecocokan dosis, hingga risiko munculnya efek samping.
Bagaimana Tubuh Memproses Obat?

Dalam dunia medis, tubuh memproses obat melalui dua mekanisme utama, yaitu pharmacokinetics (PK) dan pharmacodynamics (PD).

Pharmacokinetics merupakan proses bagaimana obat diserap, dipecah, didistribusikan, hingga dikeluarkan oleh tubuh. 

Sementara pharmacodynamics adalah cara obat bekerja dan memberikan efek di dalam tubuh.
Jika faktor genetik seseorang berbeda, maka proses kerja obat juga bisa berbeda. Akibatnya, obat yang cocok untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

Dampak Jika Respons Obat Tidak Sesuai

Perbedaan respons obat dapat menimbulkan berbagai kondisi, seperti:
  • Hasil pengobatan kurang optimal
  • Keluhan penyakit tidak kunjung membaik
  • Risiko efek samping meningkat
  • Pasien harus berulang kali mengganti obat
Karena itu, pendekatan pengobatan yang lebih personal mulai menjadi perhatian dalam dunia kesehatan modern.

Pemeriksaan Genetik untuk Membantu Terapi Lebih Tepat

Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, Prodia menghadirkan layanan Prodia Pharmacogenomics (PGx), yakni pemeriksaan genetik untuk membantu mengetahui respons tubuh terhadap obat tertentu.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menganalisis gen-gen yang berhubungan dengan metabolisme dan respons obat di dalam tubuh.

Menurut Prodia, layanan PGx mencakup pemeriksaan terhadap 20 gen penting yang berkaitan dengan lebih dari 150 jenis obat di 15 bidang klinis.

Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat memperoleh informasi tambahan untuk membantu menentukan pilihan obat dan dosis yang lebih sesuai bagi pasien.

Dengan terapi yang lebih personal, diharapkan efektivitas pengobatan meningkat dan risiko efek samping dapat ditekan.
Meski demikian, masyarakat tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani pemeriksaan maupun menentukan terapi pengobatan tertentu.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan pelanggan Prodia di nomor 1500 830 atau 0855 1500 830. (@Hms)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar